Novel Baswedan Diteror

Bisa Cari Teroris yang Sembunyi, Jusuf Kalla Yakin Polisi Sanggup Tangkap Penyerang Novel Baswedan

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menilai aparat kepolisian harusnya mudah menangkap penyiram air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menilai aparat kepolisian harusnya mudah menangkap penyiram air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, lantaran telah mengantongi sejumlah bukti.

Hal itu diungkap JK saat disinggung Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri, yang hingga kini belum juga menemukan titik terang kasus yang telah berlangsung sekitar dua tahun itu.

"Ya tentu polisi punya kemampuan untuk mengungkap (siapa pelaku penyiraman Novel Baswedan)," ujar JK di kawasan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Wiranto: Rizieq Shihab Langgar Aturan di Arab Saudi, Tidak Ada Rekayasa untuk Menghalangi Pulang

JK beranggapan, aparat kepolisian saja dapat menangkap dan mengungkap pelaku teroris yang tersembunyi.

Sehingga, kemampuan aparat kepolisian harusnya tak diragukan.

"Ya ini kan sudah dalam tahap indikasi ketahuan backgroundnya, sekarang tinggal mencari orangnya (pelaku)."

Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Bikin Pelatih Timnas Indonesia Susah Tidur

"Kan sebenarnya simple, tinggal mencari orang. Kalau polisi itu ahli di situ. Mencari teroris saja yang bersembunyi bisa dapat, apalagi di sini telah ada bukti-bukti awal," papar JK.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, segera mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

"Saya sampaikan, tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan," sambungnya.

 Ratna Sarumpaet Akhirnya Ajukan Banding karena Alasan Ini, Jaksa Juga Ikut-ikutan

Menurut Jokowi, kasus Novel Baswedan bukan sesuatu yang mudah diungkap, sehingga membutuhkan waktu tidak singkat.

"Kasusnya ini bukan kasus mudah. Kalau kasus mudah, sehari dua hari ketemu."

"Saya beri waktu tiga bulan. Saya lihat nanti hasilnya apa, jangan sedikit-sedikit lari ke saya, tugas Kapolri apa?" kata Jokowi.

 TPF Tak Berhasil Ungkap Penyiram Air Keras, Kuasa Hukum Novel Baswedan: Polisi Gagal Total!

Jokowi berharap, temuan-temuan yang sudah didapat harus segera ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis, untuk menyasar ke dugaan-dugaan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Kita harapkan dengan temuan-temuan yang ada, saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," tuturnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved