Pilpres 2019

Jokowi Dapat Nilai Tambah Jika Gaet Ketum PBNU Jadi Cawapres

Koordinator Komite Pemilih Jerry Sumampouw memperkirakan Jokowi akan mendapatkan nilai tambah jika menggaet Said Aqil Siroj Cawapres.

Jokowi Dapat Nilai Tambah Jika Gaet Ketum PBNU Jadi Cawapres
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (tengah), saat jumpa pres gerakan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat. (8/8/2014). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Koordinator Komite Pemilih (TEPI) Jerry Sumampouw memperkirakan Joko Widodo (Jokowi) akan mendapatkan nilai tambah jika menggaet Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Said Aqil Siroj menjadi calon wakil presiden (Cawapres).

"Secara elektoral kalau dipasangkan dengan Kiai Said, Jokowi mendapat nilai plus," kata Jerry di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Jerry mengatakan, Jokowi sebagai calon presiden harus memilih pasangan calon wakil presiden yang tepat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Jerry menuturkan, Said Aqil memiliki kapasitas, kemampuan dan komitmen kebangsaan saat merespon radikalisme dan intoleransi.

Sebagai Ketum PBNU disebutkan Jerry, Said Aqil memiliki nilai tambah karena memimpin organisasi keagamaan yang besar dan signifikan.

"Pengaruhnya cukup baik dan menarik," tutur Kepala Humas Perseketuan Gereja Indonesia (PGI) itu.

Selain itu, jika Jokowi menggandeng Said Aqil maka isu intoleransi dan sentimen agama yang dihembuskan pada kampanye Pilpres 2019 tidak akan efektif.

Jerry mengungkapkan Said Aqil tidak akan mendapatkan hambatan besar dari partai politik pendukung Jokowi. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved