WartaKota/

Tabung Gas Melon Juga Langka di Tangerang

Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram juga dirasakan oleh masyarakat Tangerang. Warga kesulitan mendapatkan tabung gas melon tersebut.

Tabung Gas Melon Juga Langka di Tangerang
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Tabung gas elpiji 3 kilogram sedang langka, termasuk di Tangerang. Warga kesulitan mendapatkan tabung gas melon tersebut. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram juga dirasakan oleh masyarakat Tangerang. Warga kesulitan mendapatkan tabung gas melon tersebut.

Sulitnya menemukan gas elpiji 3 kg di warung terdekat, membuat sejumlah warga kelimpungan memenuhi kebutuhan urusan dapur mereka. Bahkan, masyarakat yang belum mendapatkannya, terpaksa harus membeli makanan siap saji.

Tati (57), warga yang bermukim di RT 01/07 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, mengeluhkan sukarnya membeli isi ulang gas ukuran 3 kg. Ia pun rela berkeliling jauh dari tempat tinggalnya untuk memburu tabung gas tersebut.

Baca: Mau Rebus Air untuk Bikin Kopi Kompor Tak Menyala, Ternyata Tabung Gas Melon Digondol Orang

“Sekarang lagi susah nyarinya, di deket rumah pada kosong semua,” ujar Tati kepada Warta Kota, Kamis (7/12/2017).

Setelah mencari ke sana-sini bersama cucunya, akhirnya ia mendapatkan tabung gas 3 kg di warung pinggir jalan raya. Harga yang mesti dibayar untuk memperolehnya pun tak seperti biasanya.

“Harganya naik, yang biasa Rp 20 ribu sekarang jadi Rp 23 ribu,” ungkap Rizki (20) usai menemani neneknya mencari tabung gas.

Baca: Saut Situmorang: Apa yang Saya Alami Enggak Ada Sejengkal dari Novel Baswedan

Menurut pengakuan keduanya, harga di pasar lebih tinggi lagi. Tabung gas yang sedang langka itu dibanderol hingga Rp 25 ribu per tabung.

Walau pun harganya sedang melonjak, warga tak mempermasalahkannya. Dengan sekejap, masyarakat yang mengetahui keberadaan tabung gas itu langsung membelinya tanpa pikir panjang lagi.

"Yang penting mah udah ada juga bersyukur. Capek sudah ke mana-mana nyarinya," kata Tati. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help