WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Saut Situmorang: Apa yang Saya Alami Enggak Ada Sejengkal dari Novel Baswedan

Wakil Pimpinan KPK Saut Situmorang menanggapi santai soal dirinya yang dilaporkan ke Bareskrim Polr.

Saut Situmorang: Apa yang Saya Alami Enggak Ada Sejengkal dari Novel Baswedan
Kompas.com/Robertus Belarminus
WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang (kanan) dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kiri) di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Wakil Pimpinan KPK Saut Situmorang menanggapi santai soal dirinya yang dilaporkan ke Bareskrim Polri, atas tuduhan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang oleh kuasa hukum Setya Novanto.

‎"Sehingga itu proses yang wajar saja. Tadi saya mengingatkan ke pegawai KPK, bahkan apa yang saya alami enggak ada sejengkal-sejengkalnya dari yang dialami oleh Novel kan," terang Saut Situmorang.

Saut Situmorang melanjutkan, dirinya baru dalam tahap dilaporkan, dan kalau pun dipenjara nantinya, paling hanya beberapa tahun, dan tidak sampai dihukum mati.

Baca: Helm Tentara Zaman Kolonial Ditemukan di Pasar Ikan

Berbeda dengan penyidik senior Novel Baswedan, yang harus melewati proses operasi dua tahap di mata kirinya, karena teror siraman air keras.

Lebih-lebih, enam bulan sudah kasusnya berlalu, Novel Baswedan masih menjalani perawatan di Singapura. Kasusnya pun belum terungkap.

"Saya baru dilaporin, kalau dipenjara paling-paling dihukum berapa? Dua tahun. Ya, enggak hukuman mati kan. Dibandingkan dengan Novel yang sebegitu, sampai seumur hidupnya jadi seperti itu," tuturnya.

"Jadi apa yang dialami pejuang-pejuang anti-korupsi mudah-mudahan tidak terjadi lagi pada kita di masa yang akan datang. Kita harus mengatur strategi," sambung Saut. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help