WartaKota/

Kasus Rizieq Shihab

Desak Komnas HAM Temui Rizieq Shihab, Alumni 212: Kalau Kurang Dana Kami akan Saweran

Komnas HAM membentuk tim investigasi kasus dugaan kriminalisasi terhadap sejumlah orang, termasuk sejumlah ulama.

Desak Komnas HAM Temui Rizieq Shihab, Alumni 212: Kalau Kurang Dana Kami akan Saweran
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Imam Besar FPI Rizieq Shihab tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). Rizieq Shihab diperiksa terkait kasus dugaan makar untuk tersangka Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri. 

WARTA KOTA, MENTENG - Ketua Presidium Alumni 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo berharap, Komnas HAM meminta keterangan Rizieq Shihab di Arab Saudi, ‎untuk menginvestigasi kasus dugaan kriminalisasi ulama.

Komnas HAM membentuk tim investigasi kasus dugaan kriminalisasi terhadap sejumlah orang, termasuk sejumlah ulama.

"Kami meminta kepada Komnas HAM untuk bertemu langsung Habib Rizieq di Arab Saudi. Kami meminta kepada komisioner, kenapa tidak bisa datang," kata Ustaz Sambi di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2017).

Apabila kendala Komnas HAM tidak bisa mendatangi Rizieq kare‎na masalah dana, pihaknya, menurut Sambo, akan iuran. Ia akan mengumpulkan dana untuk biaya operasional Komnas HAM.

‎"Kalau kurang dana, kami akan saweran. Kita akan memberikan dukungan. Ini bagian dari perjuangan, sekaligus penghinaan kepada pemerintah, masa untuk menuntaskan kasus HAM tidak ada uang," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil ketua Komnas HAM Ansori Sinungan tidak menampik bahwa dana menjadi kendala untuk memperoleh keterangan Rizie‎q yang sedang berada di luar negeri.

"Investigasi di mana pun bisa dilakukan, mau sampai Alaska juga boleh. Tapi kami beda, kalau lembaga lain kan dananya banyak, tapi ya, DPR bilang anggaran kami memang kecil, mau keluar negeri aja dipermasalahkan," papar Ansori.

Di tempat yang sama, komisioner Komnas HAM Natalius Pigai ‎mengatakan pihaknya tidak bisa menerima sumbangan meskipun kekurangan dana.

"Haram hukumnya bagi kami menerima uang dari luar, karena kami harus independen," tegasnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help