Museum ini dulunya merupakan sebuah rumah sakit Binnen Hospitaal, lalu kemudian digunakan menjadi sebuah bank yaitu De Javashe Bank (DJB) pada tahun 1828.
Kali ini Tim Jelajah Museum Wartakotalive berkunjung ke Museum Bank Indonesia, Selasa (30/10), yang memiliki perbedaan yang mencolok dari museum-museum yang lain, terutama dari segi desain ruangan
Beberapa hari berada di Museum Mandiri, kami, Tim Jelajah Museum wartakotalive, penasaran untuk berkunjung ke ruang Numismatik yang menurut denah lokasinya berada di lantai satu gedung museum.
Ruang Khazanah atau ruang kluis. Tempat ini merupakan salah satu unggulan yang berada di lantai dasar Museum Mandiri. Ada beberapa tangga yang bisa Anda gunakan untuk menuju ke tempat ini.
Pada ruangan ini, nampak sebuah ruangan yang dipagari dengan besi, seperti halnya penjara. Hal ini, dimaksudkan untuk keamanan saat petugas bank bertransaksi dengan nasabah.
Tidak semua barang dengan mudah bisa menjadi koleksi di Museum Mandiri, ada syarat dan kriteria khusus yang ditetapkan pengelola. Lalu apakah syarat-syarat yang ditetapkan tersebut?
Penemuan ATM juga didasarkan pada karya penelitian sejumlah penemu. Sedikitnya ada tiga nama yang tercatat dalam sejarah penemuan ATM, yakni Luther Simijian, John Shephred-Barron, dan Don Wetzel.
Gedung Museum Bank Mandiri memiliki sejarah yang cukup panjang, hingga kini menjadi bangunan cagar budaya yang ramai dikunjungi masyarakat terkait sejarah serta koleksi perbankan tempo dulu.
Selain menyimpan dan memamerkan koleksi keramik lokal dari berbagai daerah di Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik juga mempunyai banyak sekali koleksi yang berasal dari luar negeri.
Disadari atau tidak, selama ini sedikit sekali media, baik cetak maupun elektronik, yang konsen atau setidaknya menunjukkan keperduliannya terhadap seni.
Perjalanan sejarah seni rupa di Indonesia dimulai dari Jaman prasejarah, yaitu dari jaman Neolitikum awal, atau masa akhir Mesolitikum sekitar 4.000 tahun yang lalu.
Memasuki ruang pertama di Museum Seni Rupa dan Keramik, atau tepat setelah pintu penjualan karcis, kita akan disuguhkan mengenai informasi sejarah museum, sejarah perjalanan seni lukis beserta selayang pandang koleksi-koleksi yang dipamerkan di sini.
Bagi pengunjung yang hendak masuk ke Museum Seni Rupa dan Keramik, di sekitar lobi gedung Anda akan menyaksikan dua patung dada. Kedua patung ini berada di sebelah kiri dan kanan pintu masuk ruang
Suasana sekitar Kota Tua atau tepatnya di Taman Fatahillah cukup ramai ketika Tim Jelajah Museum Wartakotalive berkunjung ke tempat itu, Sabtu (20/10).
Sabtu (20/10) ini Tim Jelajah Museum Wartakotalive mengunjungi sebuah museum yang punya peran cukup penting dalam menjelaskan perjalanan seni dan keramik di Tanah Air, yakni Museum Seni Rupa dan Keramik.
Wayang kulit Kyai Intan merupakan salah satu koleksi unggulan yang dipamerkan di Museum Wayang. Di Yogyakarta, keberadaan wayang ini sudah sangat dikenal sebagai wayang yang bernilai tinggi.
Manikmaya diciptakan dari cahaya yang gemerlapan oleh Sang Hyang Tunggal, bersamaan dengan cahaya yang berwarna kehitam-hitaman yang merupakan asal jadinya Ismaya (Semar).
Wayang ini berbentuk binatang-binatang seperti Gajah, Macam, Buaya, Ular, Burung dan lain-lain berkaitan dengan dongeng Kancil yang diambil dari Serat Kancil Kridomartono.
Salah satu koleksi unggulan atau sebagai masterpiece di Museum Wayang salah satunya adalah Wayang Kulit Purwa Ngabean, wayang yang sudah tenar di kalangan masyarakat.