JELAJAH MUSEUM
Ruang Chineesche Kast Hadirkan Nuansa Berbeda
Pada ruangan ini, nampak sebuah ruangan yang dipagari dengan besi, seperti halnya penjara. Hal ini, dimaksudkan untuk keamanan saat petugas bank bertransaksi dengan nasabah.
Penulis: Feryanto Hadi |
Tamansari, Wartakotalive.com
Salah satu ruang yang menarik perhatian ketika kita berkunjung ke Museum Mandiri yang terletak di Jalan Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Barat, adalah adanya ruang Chineesche Kast yang berada di sisi sebelah kiri gedung museum, di lantai ground.
Pada ruangan ini, nampak sebuah ruangan yang dipagari dengan besi, seperti halnya penjara. Hal ini, dimaksudkan untuk keamanan saat petugas bank bertransaksi dengan nasabah.
Di dalam ruangan, beberapa patung manusia menggambarkan aktifitas yang terjadi pada masa itu, yakni kesibukan pegawai bank yang sedang menjalankan tugasnya masing-masing. Patung-patung tersebut, lengkap dengan busana kerja dan peralatan kerja. Di luar ruangan pagar itu, juga ada beberapa patung yang menggambarkan nasabah sedang bertransaksi dengan teller.
Pada ruang Chineesche Kast, juga terdapat beberapa benda koleksi. Diantaranya adalah keranda uang. Keranda uang ini, digunakan sebagai tempat menyimpan uang untuk sementara, berbentuk seperti keranda yang terbuat dari logam. Keranda ini dapat ditutup dengan menggeser tutupnya, kuncinya pun masih berfungsi. Koleksi ini, berasal dari gedung bekas Bank Dagang Negara di jalan Pintu Besar Utara yang mempunyai ukuran, panjang 140 cm, lebar 70 dan tinggi 41 cm dengan berat mencapai 25 kg.
Di dalam ruang Chineesche Kast juga terlihat ada mesin tik manual yang berfungsi sebagai alat untuk menulis tentang pembukuan perbankan. Mereka yang menggunakan mesin ketik dikenal sebagai juru ketik.
Selain itu, di dalam ruangan ini juga terdapat sempoa. Alat hitung ini, merupakan alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederetan poros manik-manik yang bisa digeser-geserkan.
Dalam sejarahnya, sempoa sudah ada di Babilonia dan Tiongkok sekitar 2400 SM dan 300 SM. Pada masa bank-bank colonial, sebagian petugas bagian kas atau teller dipercayakan pada etnis Tionghua, hal ini terkait dengan keahlian dalam menghitung menggunakan sempoa. Ini juga dilakukan untuk menghindari salah hitung.
Dalam ruangan yang cukup lebar itu, juga terdapat peti uang kayu yang memiliki bobot sekitar 12,4 kg. Peti kayu ini, digunakan pada masa bank colonial sebagai tempat menyimpan uang suatu surat berharga.
Untuk sistem pengamanannya sendiri masih sangat sederhana, yaitu hanya mengandalkan fungsi gembok. Peti uang ini, dipakai untuk membawa uang atau surat-surat berharga dari ruang Chineesche Kast ke ruang kluis.
Koleksi lain yang ada di ruangan ini adalah meja dan kursi yang dulunya digunakan sebagai alat kerja para karyawan. Seperti diketahui, kursi dan meja merupakan salah satu komponen terpenting di tempat kerja. Meja dan kursi yang berada di ruangan ini, terbuat dari kayu jati unggulan dan didatangkan langsung dari Rembang Jawa Tengah.
Penasaran dengan koleksi-koleksi dan ruangan lain di Museum Mandiri? Terus ikuti perjalanan Tim Jelajah Museum wartakotalive.
Feryanto Hadi