JELAJAH MUSEUM

Wayang Manikmaya Surakarta, Bercitarasa Tinggi

Manikmaya diciptakan dari cahaya yang gemerlapan oleh Sang Hyang Tunggal, bersamaan dengan cahaya yang berwarna kehitam-hitaman yang merupakan asal jadinya Ismaya (Semar).

|

Tamansari, wartakotalive.com

Seni dan budaya wayang di Indonesia, merupakan khasanah yang tak ternilai harganya. Bahkan, karya agung ini oleh UNESCO telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Banyak sekali jenis wayang di Indonesia. Salah satunya adalah wayang kulit Purwa yang diyakini sebagai wayang tertua yang ada di Indonesia.

Dalam pementasannya, wayang Purwa disebut-sebut memiliki rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan pergelaran wayang yang lain. Banyak hal yang menjadi faktornya, seperti misalnya wayang ini biasanya dimainkan oleh dalang ternama dengan mengangkat cerita-cerita besar. Selain itu, pementasan wayang Purwa di beberapa tempat lebih terlihat mewah dan meriah. Selain itu, tentu saja, adalah factor dari bentuk wayangnya sendiri yang sangat bernilai seni tinggi.

Salah satu wayang Purwa yang cukup menarik perhatian, di ruang pamer wayang Purwa Museum Wayang, adalah wayang Manikmaya atau Batara Guru yang merupakan koleksi wayang Purwa dari Surakarta. Seperti kita tahu, produk wayang Purwa dari Surakarta ini merupakan salah satu koleksi unggulan wayang di sini, baik ditinjau dari sejarahnya maupun teknik pembuatannya yang sangat rumit.

Manikmaya merupakan tokoh yang mempunyai kekausaan tertinggi di dalam dunia pewayangan.  Ia diciptakan dari cahaya yang gemerlapan oleh Sang Hyang Tunggal, bersamaan dengan cahaya yang berwarna kehitam-hitaman yang merupakan asal jadinya Ismaya (Semar).

Oleh Hyang Tunggal, diputuskanlah bahwa Manikmaya yang berkuasa di Suryalaya, sedangkan Ismaya turun ke bumi untuk mengasuh para Pandawa. Manikmaya atau Batara Guru menguasai tiga alam: Dunia Kedewataan, Dunia Kehalusan dan Dunia Fana/Dunia Manusia di Bumi.

Diceritakan, Manikmaya memiliki dua saudara yakni Togog (Teja Maya), Semar (Ismaya). Manikmaya sendiri bersemayan di Jogring Saloka. Meskipun ia sebagai Raja di Khayangan, bila ia melakukan kesalahan, saudaranya berhak menasehati atau mengingatkan.

FERYANTO HADI
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved