Selasa, 12 Mei 2026

Kabar Artis

Pengamat Minta Warganet Cerdas Tanggapi Laporan Maia Estianty ke Ahmad Dhani

Pengamat komunikasi menilai polemik Ahmad Dhani dan Maia Estianty menunjukkan publik mudah terjebak instant judgment.

Tayang:
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
UNGKIT MASA LALU - Ahmad Dhani mengungkit masa lalu Maia Estianty dari perceraian hingga perlingkuhan. Foto keduanya diambil dalam momen berbeda 

Viralnya unggahan Dhani dianggap Widya, membuat sebuah kecendrungan seseorang hanya menerima informasi yang sesuai dengan keyakinannya sejak awal. 

Ia merasa budaya media sosial juga mempercepat penyebaran persepsi kolektif.

Konten berupa potongan video, kutipan podcast, unggahan ulang, hingga komentar viral dinilai lebih cepat memengaruhi publik dibanding penjelasan hukum yang panjang dan kompleks.

Konflik Rumah Tangga Jadi Konsumsi Publik

Widya menilai konflik rumah tangga figur publik sangat mudah berubah menjadi konsumsi massal, karena memiliki unsur emosional yang kuat.

"Maia waktu itu mendapat simpati karena publik melihat narasi tentang perjuangan dan kesan rasa sakit yang dialaminya. Sementara Ahmad Dhani banyak mendapat stigma negatif karena citra yang muncul di publik cenderung keras dan kontroversial," jelasnya. 

"Orang merasa sudah tahu keseluruhan cerita hanya dari potongan konten yang lewat di beranda mereka. Padahal konflik rumah tangga atau persoalan keluarga biasanya kompleks dan tidak sesederhana siapa benar dan siapa salah," tambahnya.

Unggahan Dhani dianggap Widya jadi sebuah pembelajaran penting, karena dampaknya membuat sebagian masyarakat sulit membedakan antara opini publik, dugaan, dan fakta hukum padahal dalam sistem hukum, ketiga hal tersebut memiliki posisi yang berbeda. 

Widya menilai literasi hukum masyarakat Indonesia masih perlu diperkuat agar publik tidak mudah membentuk kesimpulan hanya berdasarkan narasi yang berkembang di media sosial.

“Media sosial justru sering menyederhanakan persoalan supaya lebih mudah dikonsumsi dan memancing reaksi. Akhirnya publik ikut terbawa untuk menghakimi cepat, bahkan sebelum proses klarifikasi atau hukum benar-benar selesai," terangnya.

Widya mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi informasi digital, terutama terkait konflik personal figur publik.

"Di era digital sekarang, sesuatu yang ramai dibicarakan belum tentu sepenuhnya benar, dan sesuatu yang terlihat jelas di media belum tentu menggambarkan realitas secara utuh. Ini perlu dipahami," ujar Agustina Widyawati. (Ari).
 

 

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved