Peoperti
Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang Bakal Terhubung Jalur MRT
Bagi Summarecon, penjajakan ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan
"Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi. Integrasi jaringan transportasi dengan kawasan ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan mobilitas yang efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.”
Summarecon melalui unit-unit bisnisnya di wilayah barat Jakarta, termasuk Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, terus mengembangkan kawasan dengan pendekatan bertahap dan terukur, sebuah pendekatan yang telah menjadi Visi Summarecon dalam membangun kota.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur menyampaikan, Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dan hidup, dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang.
"Sebagai kawasan yang dilengkapi dengan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi aktivitas ekonomi kreatif, keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”
Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan menambahkan, Summarecon Tangerang sebagai kawasan terbaru yang dikembangkan oleh Summarecon direncanakan dengan visi jangka panjang.
Integrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat menjadi fondasi penting agar Summarecon Tangerang sejak awal berkembang sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal sehingga akan terus berkembang, baik fungsi residensial maupun komersial, dan yang terpenting terus berkelanjutan (sustainable) sekarang dan di masa depan.
Kerja sama MRT dan Summarecon menjadi wujud kontribusi sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan interkonektivitas antar kawasan.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, menambahkan, “Kami menyadari untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya."
"Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan. Kami pun apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat," tandasnya
Dipercepat
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh optimisme besar terhadap percepatan pembangunan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja, yang dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga Jakarta dan Banten.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pembangunan fisik jalur tersebut dapat dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan, menyusul dimulainya kerja sama resmi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten.
Harapan itu disampaikan Pramono usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan MRT lintas Jakarta–Banten di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/2/2026).
Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Proyek MRT Fase 2A Kota–Glodok Mulai 10 Januari 2026
“Saya menaruh harapan, mudah-mudahan 1–2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya. Kalau ini bisa dilakukan, akan sangat baik bagi Jakarta, Banten, dan tentu saja bagi sistem transportasi nasional,” ujar Pramono.
MoU tersebut ditandatangani PT MRT Jakarta bersama sejumlah pengembang kawasan, menandai dimulainya kolaborasi lintas provinsi dalam pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 yang akan menghubungkan wilayah barat Jakarta hingga Kabupaten Tangerang, Banten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Summarecon-terhubung-MRT.jpg)