Jumat, 24 April 2026

Peoperti

Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang Bakal Terhubung Jalur MRT

Bagi Summarecon, penjajakan ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan

|
Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur Barat di wilayah Banten (Kembangan—Balaraja) dengan PT MRT Jakarta (Perseroda). 

 

 

Ringkasan Berita:
  • Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang menjajaki kerja sama dengan PT MRT Jakarta untuk pengembangan MRT Koridor Timur–Barat Kembangan–Balaraja.
  •  Penjajakan ditandai MoU guna mengkaji potensi stasiun, interkoneksi, dan integrasi kawasan secara nonkomersial.
  •  Kerja sama mendukung visi kota terpadu berkelanjutan dan peralihan ke transportasi massal.
  •  Kajian lanjutan dilakukan lewat joint working group selama dua tahun

 


WARTAKOTALIVE.COM—PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui unit-unit bisnisnya di wilayah Barat Jakarta, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur Barat di wilayah Banten (Kembangan—Balaraja) dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Dua kawasan kota terpadu dari Summarecon ini nantinya akan terintegrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat bersama sejumlah kawasan lain di wilayah Barat Jakarta dan Banten.

Kerja sama Summarecon dengan PT MRT Jakarta ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud bersama dengan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, yang disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni dan President Director Summarecon Adrianto P Adhi.

Penandatanganan MoU juga dilakukan bersama para perwakilan sejumlah pengembang kawasan lainnya.

Baca juga: Gubernur Pramono Targetkan MRT Kembangan–Balaraja Dibangun 1–2 Tahun Lagi, Jawab Kebutuhan Warga

Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas interkoneksi dan integrasi dengan kawasan melalui diskusi, koordinasi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta.

Hal ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi Summarecon, penjajakan ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota-kota terpadu yang tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam perjalanan lebih dari lima dekade, Summarecon secara konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh, mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, dan infrastruktur pendukung.

Summarecon meyakini bahwa pembangunan kawasan bukan sekadar pengembangan properti, melainkan proses membentuk ruang hidup yang mampu berkembang lintas generasi, melalui perencanaan yang matang, integrasi fungsi kawasan, serta konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat.

Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan—Balaraja, mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko.

Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama

President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, menjelaskan, konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved