Berita Depok
Posko Aduan SPMB Depok Membludak, Kadisdik Ungkap Penyebabnya
Wahid menegaskan, aplikasi SPMB tidak mengalami gangguan down atau error saat diakses oleh masyarakat untuk mendaftar sekolah.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- Disdik Depok menegaskan aplikasi SPMB tidak mengalami gangguan atau down pada hari pertama pendaftaran jalur domisili SMP.
- Membludaknya Posko Aduan SPMB dipicu lonjakan pendaftar serta banyaknya kesalahan input data seperti titik koordinat rumah dan nomor KK.
- Kendala verifikasi akun RSSG yang belum tuntas membuat banyak orang tua memilih datang langsung ke Kantor Disdik Depok.
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
WARTAKOTALIVE.COM, PANCORAN MAS - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok Wahid Suryono buka suara terkait laporan warga di Posko Aduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang membludak pada Senin (15/6/2026).
Wahid menegaskan, aplikasi SPMB tidak mengalami gangguan down atau error saat diakses oleh masyarakat untuk mendaftar sekolah.
Kepadatan terjadi karena adanya lonjakan pendaftar yang luar biasa di hari pertama pembukaan jalur domisili SMP, melebihi prediksi Disdik.
Menurut Wahid, banyak orang tua murid yang datang untuk memperbaiki kesalahan input data, seperti salah meletakkan titik koordinat rumah dan kesalahan nomor Kartu Keluarga (KK).
Padahal tahun ini, pendaftaran Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dialihkan dari offline ke online.
Namun, masih banyak akun yang belum selesai diverifikasi, memicu kekhawatiran orang tua sehingga mereka berbondong-bondong datang langsung.
Baca juga: Posko Aduan SPMB Kota Depok Membludak, Petugas Sampai Berdiri di Atas Kursi
“Memang tidak semua sekolah itu kan ada di bawah Kemendikdasmen ya, ada juga yang di Kemenag,” kata Wahid.
“Ini memang ada kendala terkait dengan verifikasi akun yang belum semuanya selesai ternyata,” sambungya.
Wahid menambahkan, jumlah sekolah yang melayani RSSG tahun ini meningkat dari 47 sekolah menjadi 52 sekolah untuk tingkat SMP.
Hadapi lonjakan pengunjung, Disdik Depok menambah jumlah petugas pelayanan di lapangan secara bertahap dari awalnya 6 hingga 7 orang, ditambah 9 orang, hingga total menjadi 15 petugas.
Untuk mempercepat proses, orang tua yang ingin membetulkan nomor KK atau titik koordinat cukup mengisi formulir manual yang disediakan, lalu diperbolehkan pulang tanpa harus mengantre lama.
“Pendaftaran jalur domisili dan RSSG dibuka pada hari Senin dan Rabu. Hari Selasa khusus digunakan untuk optimalisasi layanan perbaikan data,” jelasnya.
Wahid menjamin seluruh warga yang mengantre akan tetap dilayani hingga tuntas setiap harinya, bahkan jika harus lembur sampai malam.
| Posko Aduan SPMB Kota Depok Membludak, Petugas Sampai Berdiri di Atas Kursi |
|
|---|
| Ade Supriyatna Ucapkan Syukur Depok Raih 15 Kali WTP, Ini Tradisi yang Harus Dijaga |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Pekerja di Depok Jabar Ini Pilih Naik KRL untuk Berangkat Bekerja ke Jakarta |
|
|---|
| Rumah Digusur, Listrik Mati, Pelajar Lenteng Agung Tetap Belajar untuk Ujian |
|
|---|
| Ketua DPRD Depok Heran, Pembangunan Lapangan Mini Soccer Mekarsari Rampung Tapi Tak Bisa Digunakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Suasana-SPMB-Depok-15-Juni.jpg)