Warta Pendidikan
SMK Forward Nusantara Depok Perkuat Program Entrepreneur, Lulusannya Diincar Perusahaan
Pramono menegaskan, pola pembelajaran di sekolahnya memang disusun untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia setelah lulus.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- SMK Forward Nusantara Depok memperkuat program entrepreneur dengan konsep BBM (Berwirausaha, Bekerja, Melanjutkan) untuk mencetak wirausahawan muda sejak dini.
- Pembelajaran dipercepat: kelas 10–11 selesai materi lebih awal, sehingga kelas 12 fokus magang dan praktik kerja di industri.
- Siswa dibina melalui inkubator bisnis, pelatihan digital marketing, live streaming, public speaking, serta pendampingan praktisi bisnis Aril Kurnia.
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
WARTAKOTALIVE.COM, TAPOS - SMK Forward Nusantara Depok memperkuat program entrepreneur untuk mencetak para pengusaha muda.
Tak hanya itu, para siswa juga disiapkan untuk memiliki potensi sesuai kebutuhan dunia industri.
Kepala SMK Forward Nusantara, Danan Wuryanto Pramono menegaskan, pola pembelajaran di sekolahnya memang disusun untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia setelah lulus.
Pramono menjelaskan, skema pembelajaran di SMK Forward Nusantara berbeda dari sekolah pada umumnya.
Seluruh materi diselesaikan lebih awal, sehingga saat duduk di kelas 12 siswa fokus magang dan praktek kerja.
“Kelas 10 menyelesaikan materi kelas 10. Kelas 11 semester satu menuntaskan materi kelas 11, dan semester dua sudah menghabiskan materi kelas 12,” kata Pramono, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Raih Prestasi di World Robot Games Taiwan, STIP Jakarta Dorong Lompatan Teknologi Maritim
“Jadi saat kelas 12, anak-anak benar-benar praktik di dunia kerja, menyelesaikan ujian dan membuat laporan,” sambungnya.
Dengan pola tersebut, sebagian besar siswa kelas 12 sudah berada di perusahaan untuk bekerja.
Bahkan, menurutnya, permintaan magang dari industri kerap tidak mampu dipenuhi seluruhnya.
“Untuk pemagangan saja kami sudah kewalahan memenuhi permintaan. Hampir semua terserap. Anak yang tidak dimagangkan biasanya karena masalah kedisiplinan atau kemampuan yang memang masih kurang,” ungkapnya.
Pramono mengatakan, perubahan paradigma menjadi kunci. Jika sebelumnya SMK identik dengan konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, Berwirausaha), kini pihaknya mendorong konsep BBM (Berwirausaha, Bekerja, Melanjutkan).
“Titik sentralnya sekarang adalah berusaha dulu. Kami dorong anak-anak berani memulai usaha sejak awal. Bukan hanya teori, tapi benar-benar praktik,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, sekolah menggandeng inkubator bisnis di Jakarta selama tiga bulan pertama pembinaan. Siswa mendapatkan pelatihan live streaming, public speaking, hingga strategi pemasaran digital.
| Dikukuhkan Jadi Guru Besar Baru FTUI, Prof Dalhar Gaungkan Masa Depan Arsitektur Hijau |
|
|---|
| UMJ Resmikan Gedung Kampus Tulang Bawang, Perkuat Akses Pendidikan di Lampung |
|
|---|
| Lantik Tiga Warek, UKI Perkuat Transformasi Menuju Kampus Berdaya Saing Global |
|
|---|
| UI Hadirkan Teknologi XPS untuk Perkuat Kapasitas Riset Material |
|
|---|
| SIS Group of Schools Resmikan Kampus Baru di Jakarta Timur untuk Perkuat Ekspansi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/SMK-Forward-Nusantara.jpg)