Warta Pendidikan
SMK Forward Nusantara Depok Perkuat Program Entrepreneur, Lulusannya Diincar Perusahaan
Pramono menegaskan, pola pembelajaran di sekolahnya memang disusun untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia setelah lulus.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Feryanto Hadi
Selanjutnya, siswa kembali mendapat pendampingan selama tiga bulan dari kreator dan praktisi bisnis, Aril Kurnia. Pramono menilai, Arli memiliki pendekatan bisnis yang realistis dan cocok untuk pelajar.
“Bisnis yang dikembangkan tidak membutuhkan modal besar. Itu yang kami mau. Anak-anak harus bisa membangun usaha dari kemampuan sendiri, bukan bergantung pada modal orang tua,” katanya.
Dalam pembinaan, siswa diajarkan memahami tiga jenis produk, yakni komoditas, produk tren, dan produk kebutuhan spesifik. Menurut Pramono, peluang besar justru ada pada kebutuhan spesifik masyarakat.
“Sering kali yang terlewat adalah produk untuk kebutuhan spesifik. Di situlah anak-anak kami latih untuk peka melihat kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya mendorong wirausaha di luar, sekolah juga membangun unit bisnis internal sebagai laboratorium praktik.
"Tahun ini, seluruh siswa rencananya akan magang di unit usaha milik sekolah yang bekerja sama dengan industri," kata Pramono.
Beberapa unit usaha yang telah disiapkan antara lain toko roti, klinik kecantikan, layanan digital printing untuk jurusan DKV, serta pengembangan server dan sistem website sekolah oleh siswa jurusan TKG.
“Kami sudah punya server sendiri, itu karya anak-anak. Data siswa bisa diakses selama masih dalam lingkup sekolah. Semua ini kami targetkan sudah berjalan penuh tiga bulan ke depan saat tahun ajaran baru,” paparnya.
Pramono menegaskan, tahapan akhir program bukan sekadar membuat proposal atau business plan. Siswa harus membuktikan produknya laku di pasaran.
“Mereka membuat rancangan usaha, business plan, produk, sampai dummy. Tapi keberhasilan bukan di situ. Keberhasilan mereka adalah saat bisa menjual produknya,” tegasnya.
Siswa yang mampu membuktikan produknya terjual akan dikukuhkan sebagai wirausahawan muda sekolah.
“Kalau sudah bisa jualan, itu wajib kami wisuda sebagai entrepreneur muda. Itu indikator keberhasilan kami,” tandas Pramono.
Sementara itu, Koordinator Pengawas KCD Wilayah 2, Syaikhi turut mendukung penuh program unggulan tersebut.
Menurut dia, banyak SMK saat ini sudah mengenalkan usaha via online. Terutama sekolah-sekolah yang basisnya itu bisnis pemasaran.
"Itu sudah pada sukses di bisnis online. Dan ketika sukses, dia suruh mengajari adik-adik kelasnya. Di perusahaan-perusahaan. Sehingga orang tua merasa bangga kalau anak-anaknya sudah bekerja, walaupun masih sekolah, sudah bisa mendapatkan penghasilan," katanya.
| Dikukuhkan Jadi Guru Besar Baru FTUI, Prof Dalhar Gaungkan Masa Depan Arsitektur Hijau |
|
|---|
| UMJ Resmikan Gedung Kampus Tulang Bawang, Perkuat Akses Pendidikan di Lampung |
|
|---|
| Lantik Tiga Warek, UKI Perkuat Transformasi Menuju Kampus Berdaya Saing Global |
|
|---|
| UI Hadirkan Teknologi XPS untuk Perkuat Kapasitas Riset Material |
|
|---|
| SIS Group of Schools Resmikan Kampus Baru di Jakarta Timur untuk Perkuat Ekspansi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/SMK-Forward-Nusantara.jpg)