ChatGPT Bisa Membaca Tarot, Tapi Bisakah Ia Membaca Manusia?
Namun, di balik kemudahan tersebut, Thiana melihat ada perbedaan mendasar antara pembacaan tarot oleh AI dan tarot reader manusia.
Di tengah maraknya konten tarot di media sosial, Thiana juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati.
Menurutnya, tidak semua orang yang mengaku tarot reader benar-benar mendalami tarot secara serius.
Ia menilai sebagian pembacaan tarot dilakukan hanya berdasarkan arti kartu secara tekstual tanpa proses pendalaman, refleksi, meditasi, maupun persiapan diri yang selama ini menjadi bagian dari praktik tarot yang dijalaninya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai hasil pembacaan tarot secara mutlak.
"Jangan percaya 100 persen pada bacaan tarot. Tarot sebaiknya dijadikan alat refleksi, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan hidup," tegasnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat yang ingin melakukan pembacaan tarot memilih tarot reader yang memang dipercaya dan dapat dihubungi secara langsung.
Menurutnya, hubungan personal antara penanya dan tarot reader dapat membantu proses pembacaan berjalan lebih sesuai dengan energi, konteks, serta kebutuhan individu yang bersangkutan.
Bagi Thiana, selama manusia masih memiliki rasa takut, bingung, sedih, dan harapan, kebutuhan untuk didengar akan tetap ada.
"Pada akhirnya, orang nggak selalu mencari jawaban. Kadang mereka cuma ingin merasa didengar," katanya.
Thiana Febrisyahrila, yang dikenal melalui akun Paws Tarot (@pawstarot) di Instagram dan TikTok, selama ini melayani berbagai sesi pembacaan tarot dengan topik mulai dari percintaan, karier, keuangan hingga pembacaan umum.
Melalui layanan pembacaan secara daring maupun interaktif, ia kerap menemui klien yang datang bukan semata-mata untuk mengetahui masa depan, melainkan mencari perspektif baru dalam memahami diri dan persoalan yang sedang dihadapi.
Baginya, tarot bukanlah alat untuk menentukan nasib seseorang, melainkan sarana refleksi yang dapat membantu seseorang melihat pilihan hidupnya dengan lebih jernih.
| Penduduk Jakarta Tembus 10,72 Juta, Milenial dan Gen Z Mendominasi |
|
|---|
| AHY Dorong Pembangunan Kota Modern Tetap Jaga Identitas Lokal |
|
|---|
| Debut Akting Veronica Tan di Film 'Hari Yang Kita Tunggu', Sentil Gen Z Soal Tradisi dan Toleransi |
|
|---|
| Jelang 500 tahun Usia Jakarta, Pramono Tantang Gen Z Pecahkan Dua PR: Kemacetan dan Sampah! |
|
|---|
| Richelle Skornicki Lakoni Adegan Ranjang Bersama Aliando Syarief di Sinetron 'Pernikahan Dini Gen Z' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tarot-thiana.jpg)