Senin, 8 Juni 2026

ChatGPT Bisa Membaca Tarot, Tapi Bisakah Ia Membaca Manusia?

Namun, di balik kemudahan tersebut, Thiana melihat ada perbedaan mendasar antara pembacaan tarot oleh AI dan tarot reader manusia.

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Istimewa
TAROT READER VS TAROT AI -- Banyak Gen Z kini meminta pembacaan tarot kepada ChatGPT karena dianggap praktis, cepat, dan tidak menghakimi. Namun menurut tarot reader Thiana, membaca tarot bukan sekadar memahami arti kartu, melainkan juga memahami manusia yang berada di balik pertanyaan tersebut. 

Di tengah maraknya konten tarot di media sosial, Thiana juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Menurutnya, tidak semua orang yang mengaku tarot reader benar-benar mendalami tarot secara serius.

Ia menilai sebagian pembacaan tarot dilakukan hanya berdasarkan arti kartu secara tekstual tanpa proses pendalaman, refleksi, meditasi, maupun persiapan diri yang selama ini menjadi bagian dari praktik tarot yang dijalaninya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai hasil pembacaan tarot secara mutlak.
"Jangan percaya 100 persen pada bacaan tarot. Tarot sebaiknya dijadikan alat refleksi, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan hidup," tegasnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat yang ingin melakukan pembacaan tarot memilih tarot reader yang memang dipercaya dan dapat dihubungi secara langsung. 

Menurutnya, hubungan personal antara penanya dan tarot reader dapat membantu proses pembacaan berjalan lebih sesuai dengan energi, konteks, serta kebutuhan individu yang bersangkutan.

Bagi Thiana, selama manusia masih memiliki rasa takut, bingung, sedih, dan harapan, kebutuhan untuk didengar akan tetap ada.

"Pada akhirnya, orang nggak selalu mencari jawaban. Kadang mereka cuma ingin merasa didengar," katanya.

Thiana Febrisyahrila, yang dikenal melalui akun Paws Tarot (@pawstarot) di Instagram dan TikTok, selama ini melayani berbagai sesi pembacaan tarot dengan topik mulai dari percintaan, karier, keuangan hingga pembacaan umum.

Melalui layanan pembacaan secara daring maupun interaktif, ia kerap menemui klien yang datang bukan semata-mata untuk mengetahui masa depan, melainkan mencari perspektif baru dalam memahami diri dan persoalan yang sedang dihadapi.

Baginya, tarot bukanlah alat untuk menentukan nasib seseorang, melainkan sarana refleksi yang dapat membantu seseorang melihat pilihan hidupnya dengan lebih jernih.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved