Minggu, 7 Juni 2026

Novena Hati Kudus Yesus, Bukan Sekadar Meminta

Bagi banyak umat, novena sering kali identik dengan permohonan doa untuk berbagai kebutuhan hidup

Tayang:
Editor: Joanita Ary
WARTAKOTALIVE/Joanita Ary/Joanita Ary
NOVENA HATI KUDUS YESUS -- Melalui Novena Hati Kudus Yesus yang berlangsung 3-11 Juni 2026, umat diajak bukan sekadar memohon rahmat, tetapi mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang menguatkan, menyembuhkan, dan menghadirkan harapan di tengah kegelisahan zaman. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Memasuki masa Novena Hati Kudus Yesus yang berlangsung pada 3-11 Juni 2026, umat Katolik di seluruh dunia kembali diajak memasuki perjalanan rohani yang mengarahkan hati kepada kasih Kristus.

Bagi banyak umat, novena sering kali identik dengan permohonan doa untuk berbagai kebutuhan hidup.

Namun, di balik devosi yang telah hidup selama berabad-abad itu, tersimpan makna yang jauh lebih mendalam yakni perjumpaan pribadi dengan Yesus yang mengasihi tanpa syarat.

Pater Arkadeus Jabur, OCD, yang akrab disapa dengan Romo Deus atau Pater Deus  mengatakan bahwa inti Novena Hati Kudus Yesus bukanlah sekadar meminta sesuatu kepada Tuhan, melainkan mengalami kasih Allah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang paling menyentuh dari novena ini adalah perjumpaan dengan kasih Allah yang sangat pribadi dan tanpa syarat. Hati Kudus Yesus bukan sekadar simbol lahiriah, melainkan tanda bahwa Yesus Kristus telah menyerahkan diri demi keselamatan kita," ujar Pater Deus.

Menurut imam dari Ordo Karmel Tak Berspatu ini, devosi kepada Hati Kudus mengingatkan umat bahwa Allah tetap mengasihi setiap orang, termasuk mereka yang sedang terluka, lemah, berdosa, atau merasa tidak layak. 

Dari lambung Yesus yang tertikam di kayu salib mengalir darah dan air, yang dalam tradisi Gereja menjadi tanda kasih Allah yang terus bekerja menyelamatkan manusia.

Karena itu, novena bukanlah sarana untuk memaksa Tuhan mengabulkan keinginan manusia.

Sebaliknya, novena menjadi proses pembentukan hati agar semakin mampu mengenali dan menerima kehendak Allah.

"Banyak orang ikut novena untuk minta sesuatu, tetapi tujuan terdalamnya bukan sekadar mendapat apa yang diminta. Novena mengajak kita belajar mempercayakan seluruh hidup kita kepada Tuhan," katanya.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, banyak orang mencari jawaban melalui media sosial, kecerdasan buatan (AI), hingga berbagai praktik ramalan.

Pater Deus menilai hal itu menunjukkan kerinduan manusia akan kepastian dan makna hidup.

Namun, ia menegaskan bahwa novena menawarkan sesuatu yang berbeda.

"Media sosial atau AI dapat memberikan informasi dan perspektif, tetapi dalam novena kita bertemu secara pribadi dengan Kristus yang hidup. AI membantu berdasarkan data, sedangkan Kristus memberi terang, makna hidup, dan mengubah hati manusia," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Gereja menolak segala bentuk ramalan karena tidak membawa manusia pada relasi yang benar dengan Tuhan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved