Berita Nasional
Tidak Ada Tanda Kekerasan Fisik, Ditjenpas Ungkap Kematian Warga Lapas karena Serangan Jantung
Tidak Ada Tanda Kekerasan Fisik, Direktorat Jendreal Pemasyarakatan Ungkap Kematian Warga Lapas karena Serangan Jantung
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kematian seorang warga binaan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, dipastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.
Hasil pemeriksaan sementara tim medis forensik bahkan mengarah pada dugaan gagal jantung atau serangan jantung sebagai penyebab kematian.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan, proses penanganan kasus tersebut dilakukan secara cepat dengan melibatkan aparat kepolisian dan tim medis forensik.
Baca juga: Upaya Bantu Masyarakat, 1.000 Paket Makanan Dibagikan Gratis Ditjenpas saat Jumat Berkah
Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianti, mengatakan peristiwa itu bermula saat petugas melakukan kontrol rutin terhadap warga binaan pada Sabtu malam, 30 Mei 2026.
Saat pemeriksaan lanjutan, petugas mendapati warga binaan bernama Anton Kurniawan Stiyanto tidak memberikan respons.
Petugas kemudian segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan yang sedang bertugas untuk melakukan pemeriksaan medis.
Setelah diperiksa oleh perawat piket, warga binaan tersebut diduga telah meninggal dunia.
"Ketika warga binaan atas nama Anton Kurniawan Stiyanto tidak memberikan respons pada pemeriksaan lanjutan, petugas segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan yang sedang bertugas untuk melakukan pemeriksaan medis secara langsung," kata Rika.
Baca juga: Kondisi Lapas Kotor, 1.034 Warga Binaan Sakit Kulit Kudis, Kanwil Ditjenpas Jabar Bertindak
Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengamanan lokasi kejadian dan pelaporan secara berjenjang kepada pimpinan satuan kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya kemudian berkoordinasi dengan Polsek Bukit Batu, Polresta Palangka Raya, serta Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah.
Aparat kepolisian bersama Tim Inafis Polresta Palangka Raya selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan forensik.
Dari hasil pemeriksaan awal, tim medis tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh warga binaan tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara Tim Medis Forensik RS Bhayangkara Palangka Raya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh warga binaan. Dugaan awal penyebab kematian mengarah pada gagal jantung atau serangan jantung," jelas Rika.
Baca juga: Ditjenpas Kemenkumham Temukan Senjata Tajam dan Narkoba saat Digelar Razia Selama Tiga Hari
Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
| Pemerintah Berencana Perluas MBG Hingga ke Arab Saudi, Sasar Anak TKI |
|
|---|
| Penyebab Jokowi dan SBY Kompak Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
| Heboh Stasiun Tv Lokal Siarkan Video Tak Senonoh, Ini Klarifikasinya |
|
|---|
| PDIP Sebut APBN Mengkhawatirkan: Utang Dibayar dengan Utang Baru |
|
|---|
| Saat Megawati Tolak Berjalan di Samping Prabowo Ketika Upacara Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-tahanan-tewas.jpg)