Warta Kesehatan
Harapan Baru Pasien Kanker Ovarium, Ahli Bahas Terapi Modern Minim Efek Samping
Forum tersebut menghadirkan pakar onkologi dari dalam dan luar negeri itu membahas berbagai inovasi terbaru
"Dulu pendekatannya diterapi sebanyak mungkin. Sekarang berkembang paradigma terapi minimal tetapi tetap memberikan hasil yang sama bahkan lebih baik," kata Prof Syahrul.
Menurutnya, strategi tersebut dapat membantu mengurangi efek samping sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pemilihan terapi dilakukan berdasarkan evaluasi medis yang komprehensif, termasuk pemeriksaan molekuler dan genetik.
HIPEC Jadi Pilihan pada Kasus Tertentu
Sementara itu, pakar bedah onkologi asal Singapura, Profesor Melissa Teo Ching Ching, memaparkan penggunaan Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy (HIPEC) dalam penanganan kanker ovarium stadium lanjut.
HIPEC merupakan prosedur pemberian kemoterapi dosis tinggi langsung ke rongga perut setelah tindakan operasi pengangkatan jaringan kanker.
Metode ini memungkinkan obat bekerja lebih terarah pada area yang terdampak penyakit.
Menurut Profesor Melissa, HIPEC dapat menjadi pilihan terapi pada pasien tertentu, termasuk kasus kanker ovarium yang resisten terhadap platinum.
"HIPEC sebagai opsi pengobatan pada kanker ovarium stadium lanjut, terutama kasus resisten platinum, tetapi harus disertai tindakan operasi," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan terapi tersebut sangat bergantung pada kesiapan fasilitas kesehatan dan kompetensi tim medis yang menangani pasien.
Perlu Pendekatan yang Dipersonalisasi
Para ahli sepakat bahwa kanker ovarium merupakan penyakit yang kompleks sehingga memerlukan pendekatan penanganan yang individual.
Selain operasi dan kemoterapi yang masih menjadi standar terapi utama, kini tersedia berbagai pilihan pengobatan lain seperti terapi target, imunoterapi, hingga HIPEC.
Pemilihan terapi harus disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien.
Pemeriksaan genetik dan molekuler juga menjadi faktor penting dalam menentukan strategi pengobatan yang paling efektif.
Melalui forum ilmiah seperti Siloam Oncology Summit 2026, para tenaga kesehatan diharapkan dapat terus mengikuti perkembangan terbaru ilmu onkologi guna meningkatkan kualitas layanan dan hasil pengobatan pasien kanker di Indonesia.
| Kanker Anak Sulit Dikenali, YOAI Dorong Kader Puskesmas Jadi Garda Terdepan |
|
|---|
| Bethsaida Hospital Hadirkan MRI 3 Tesla Berbasis AI untuk Tingkatkan Akurasi Diagnosis |
|
|---|
| Momentum Hari Kartini di MPR RI, Rhemedi Deklarasikan Era Baru Deteksi Dini Penyakit |
|
|---|
| Gerakan SIAP untuk Lawan Dengue Dorong Dunia Usaha Lindungi Karyawan dari Risiko Infeksi |
|
|---|
| Peringati Hari Diabetes Nasional, Dokter Soroti Pentingnya Perubahan Gaya Hidup untuk Capai Remisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Meskipun-kanker-payudara-umumnya-tidak-menunjukkan-gejala-pada-tahap-awal.jpg)