Warta Kesehatan
Harapan Baru Pasien Kanker Ovarium, Ahli Bahas Terapi Modern Minim Efek Samping
Forum tersebut menghadirkan pakar onkologi dari dalam dan luar negeri itu membahas berbagai inovasi terbaru
Dalam salah satu sesi simposium, para pakar membahas perkembangan terbaru terapi kanker ovarium.
Dokter Spesialis Onkologi Ginekologi, dr. dr. Fara Vitantri, SpOG Subsp Onk, menjelaskan kanker ovarium masih menjadi salah satu keganasan ginekologi paling mematikan di dunia.
Sebagian besar pasien baru terdiagnosis saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
Kondisi tersebut terjadi karena gejala awal kanker ovarium sering kali tidak spesifik.
Keluhan yang muncul umumnya berupa nyeri perut, perut membesar, atau rasa tidak nyaman yang kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa.
Menurut dr Fara, sekitar 90 persen kasus kanker ovarium merupakan epithelial ovarian cancer (EOC).
Meski lebih dari 80 persen pasien merespons baik terhadap kemoterapi awal, sebagian besar berisiko mengalami kekambuhan.
"Sebagian besar pasien pada akhirnya akan mengalami kekambuhan dan resistensi terhadap platinum," ujarnya.
Kemoterapi platinum merupakan terapi yang menggunakan obat antikanker untuk merusak DNA sel kanker dan menghambat pertumbuhannya.
Namun penggunaan berulang dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berdampak pada kualitas hidup pasien.
Karena itu, para ahli terus mengembangkan berbagai alternatif terapi untuk mengatasi kondisi resistensi tersebut.
Paradigma Baru: Terapi Lebih Efisien
Pembicara lainnya, Prof Dr dr Syahrul Rauf, SpOG Subsp Onk(K), menjelaskan kini berkembang pendekatan baru dalam terapi kanker yang dikenal sebagai de-eskalasi pengobatan.
Pendekatan ini bukan berarti mengurangi kualitas terapi.
Sebaliknya, terapi diberikan secara lebih tepat sasaran dengan mempertimbangkan efektivitas dan dampak samping yang mungkin timbul.
| Kanker Anak Sulit Dikenali, YOAI Dorong Kader Puskesmas Jadi Garda Terdepan |
|
|---|
| Bethsaida Hospital Hadirkan MRI 3 Tesla Berbasis AI untuk Tingkatkan Akurasi Diagnosis |
|
|---|
| Momentum Hari Kartini di MPR RI, Rhemedi Deklarasikan Era Baru Deteksi Dini Penyakit |
|
|---|
| Gerakan SIAP untuk Lawan Dengue Dorong Dunia Usaha Lindungi Karyawan dari Risiko Infeksi |
|
|---|
| Peringati Hari Diabetes Nasional, Dokter Soroti Pentingnya Perubahan Gaya Hidup untuk Capai Remisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Meskipun-kanker-payudara-umumnya-tidak-menunjukkan-gejala-pada-tahap-awal.jpg)