Rabu, 10 Juni 2026

Berita Internasional

Militer Cina Bangkit, Pentagon Desak Sekutu Asia Naikkan Anggaran Pertahanan hingga 3,5 Persen

Militer Cina Bangkit, Pentagon Desak Sekutu Asia Naikkan Anggaran Pertahanan hingga 3,5 Persen

Tayang:
timesofindia
ANCAMAN MENGERIKAN PENTAGON - Eskalasi geopolitik di kawasan Asia-Pasifik kian memanas seiring dengan melesatnya kekuatan armada militer China di lautan dan udara. Menanggapi ekspansi masif tersebut, Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Pertahanan (Pentagon) mengambil sikap tegas dengan mendesak seluruh negara sekutunya di Asia untuk segera berbenah dan melipatgandakan anggaran pertahanan domestik mereka. 

Ringkasan Berita:
  • Desakan Keras Pentagon: Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mendesak sekutu Asia menaikkan anggaran pertahanan hingga 3,5 persen PDB guna membendung kebangkitan militer China.
  • Menegaskan visi Donald Trump, Hegseth menyatakan era AS mensubsidi negara kaya telah berakhir dan menuntut kemitraan yang mandiri tanpa tumpangan gratis.
  • Selain fokus di Asia-Pasifik, AS menyatakan siap melanjutkan serangan militer terhadap Iran jika diplomasi nuklir menemui jalan buntu.

WARTAKOTALIVE.COM, SINGAPURA – Eskalasi geopolitik di kawasan Asia-Pasifik kian memanas seiring dengan melesatnya kekuatan armada militer China di lautan dan udara.

Menanggapi ekspansi masif tersebut, Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Pertahanan (Pentagon) mengambil sikap tegas dengan mendesak seluruh negara sekutunya di Asia untuk segera berbenah dan melipatgandakan anggaran pertahanan domestik mereka.

Pesan menohok ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, saat berbicara dalam forum Dialog Shangri-La di Singapura—sebuah panggung diplomasi pertahanan tingkat tinggi yang mempertemukan para pemimpin militer dan diplomat se-Asia.

Baca juga: Ancaman Mengerikan Pentagon ke Iran: Pilih Damai atau Bom Akan Jatuh di Infrastruktur Energi Anda!

Hegseth dengan gamblang memperingatkan bahwa dominasi tunggal dari kekuatan adidaya mana pun di Pasifik akan merusak keseimbangan dan stabilitas keamanan regional secara fatal.

"Perbanyak Kapal Selam": AS Targetkan Anggaran Sekutu Tembus 3,5 Persen PDB

Dalam pidato naratifnya yang tajam, Hegseth menyoroti ekspansi militer China yang dinilai bersejarah namun sekaligus mencemaskan bagi kedaulatan bangsa-bangsa lain.

Sebagai bentuk nyata keseriusan Washington, ia membeberkan bahwa Pentagon tengah mengucurkan investasi raksasa senilai $1,5 triliun demi memperkuat otot militer Amerika Serikat.

Namun, AS tidak ingin berjuang sendirian.

Negara Paman Sam itu menuntut komitmen serupa dari para mitranya di Asia dengan menaikkan belanja pertahanan hingga menyentuh angka 3,5?ri Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing negara.

"Kurangi Shangri-La, perbanyak kapal, perbanyak kapal selam," cetus Hegseth secara lugas di hadapan para delegasi, mengisyaratkan bahwa stabilitas kawasan hanya bisa digapai lewat kesiapan armada tempur yang nyata, bukan sekadar retorika di meja perundingan.

Di sisi lain, Hegseth tetap membawa gaya diplomasi klasik Amerika: berbicara lembut namun siap mengayunkan gada besar melalui kekuatan yang disiplin dan tekad yang teguh.

Meskipun tensi memanas, ia mengklaim komunikasi langsung antarmiliter (military-to-military) antara AS dan China saat ini berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya guna meredam potensi salah paham di lapangan.

Sentilan Keras Washington: Tidak Ada Lagi Keuntungan Gratis

Menggemakan doktrin politik luar negeri Presiden Donald Trump, Hegseth secara blak-blakan menyentil negara-negara kaya yang selama ini dinilai terlalu bergantung dan berlindung di balik ketiak militer Washington.

"Era Amerika Serikat mensubsidi pertahanan negara-negara kaya telah berakhir," tegas Kepala Pentagon tersebut.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved