Rabu, 13 Mei 2026

Dompet Dhuafa

Program Jantara Dompet Dhuafa Tingkatkan Nilai Ekonomi Hewan Ternak dan Kemandirian Peternak Desa

Program Jaringan Tani Ternak Nusantara tidak hanya berfokus pada bantuan ternak tapi juga pada edukasi dan peningkatan kapasitas para peternak.

Tayang:
Warta Kota/Mochamad Dipa Anggara
Heri Santoso, peternak domba dari program Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara) Dompet Dhuafa memperlihatkan hewan ternak domba miliknya yang ada di di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Semarang, Selasa (12/5/2026). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG - Program Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara) yang dijalankan Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada bantuan hewan ternak bagi masyarakat desa, tetapi juga menitikberatkan pada edukasi dan peningkatan kapasitas peternak hewan di desa.

Manager Dompet Dhuafa Farm Jawa Tengah Muhammad Miftahul Huda, mengatakan program Jantara dirancang untuk memperkuat kemampuan peternak agar mampu mengelola usaha ternak secara lebih profesional dan mandiri.

“Tujuan utama program ini ada dua, yakni meningkatkan kapasitas dan memperkuat kemandirian peternak. Kami menyebut memperkuat, bukan membangun, karena sebenarnya masyarakat di sini sudah memiliki kemampuan beternak sejak lama,” ujarnya saat kegiatan press tour Kurban Series 1447 H di sentra peternakan Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).

Menurut Miftah, selama ini peternak hewan yang ada di desa kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan kesehatan ternak hingga persoalan rantai distribusi dan pemasaran.

Karena itu, melalui program Jantara, Dompet Dhuafa memberikan pendampingan intensif terkait pengelolaan peternakan modern, termasuk pengenalan penyakit ternak, penanganan kesehatan hewan, hingga teknik penggemukan yang lebih optimal.

"Kami mengajarkan peternak bagaimana mengenali penyakit hewan ternak, cara mengobatinya, sampai memahami pola pertumbuhan hewan ternak. Jadi kapasitas mereka meningkat jauh dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Miftah menambahkan, dari hasil pendampingan yang dilakukan, mulai terlihat dari pertumbuhan bobot hewan ternak yang cukup signifikan.

“Domba yang awalnya memiliki bobot sekitar 15 hingga 17 kilogram, sekarang ada yang mencapai 37 sampai 40 kilogram. Pertumbuhannya sangat bagus,” ungkapnya.

Ia berharap, program Jantara ini mampu memperkuat posisi peternak di desa dalam rantai distribusi hewan kurban sehingga mereka tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Kami ingin peternak memiliki kemampuan sampai ke tahap pemasaran. Jadi bukan hanya bisa memelihara ternak, tetapi juga memahami cara menjual dengan baik dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih optimal,” ujar Miftah.

Tingkatkan pendapatan dan kepastian penjualan hewan ternak

Salah satu penerima manfaat program Jantara, Heri Santoso, mengaku program tersebut sangat membantu peternak seperti dirinya yang selama ini kesulitan menjual hewan ternak dengan harga stabil karena tengkulak.

“Kalau di program Jantara, domba dihargai oleh Dompet Dhuafa sekitar Rp 70.000 per kilogram. Kalau sama tengkulak biasanya sistem gelondongan, jadi kadang bobot domba besar tapi harga tetap murah,” kata Heri.

Ia menilai sistem tersebut membuat peternak memperoleh keuntungan yang lebih baik sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil ternak mereka.

Menurut Heri, 10 domba yang dipelihara di kandangnya, seluruhnya sudah memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved