Rabu, 13 Mei 2026

Dompet Dhuafa

Program Jantara Dompet Dhuafa Perkuat Ekonomi Peternak Domba di Desa Tolokan Semarang

Melalui programJantara, Dompet Dhuafa menyasar peternak di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Semarang untu memproduksi hewan kurban berkualitas.

Tayang: | Diperbarui:
Warta Kota/Mochamad Dipa Anggara
Heri Santoso, peternak domba dari program Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara) Dompet Dhuafa memperlihatkan kandang domba miliknya yang ada di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Semarang, Selasa (12/5/2026). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANGDompet Dhuafa terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor peternakan. 

Melalui program Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara), lembaga filantropi ini menyasar peternak di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjamin ketersediaan hewan kurban berkualitas.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, menjelaskan bahwa Jantara merupakan inovasi program ekonomi yang mulai digulirkan pada akhir tahun 2025 dan direalisasikan penuh pada awal tahun 2026.

Sebelumnya, Dompet Dhuafa telah membangun sentra peternakan bernama Dompet Dhuafa Farm di Kendal sejak 2020–2021 sebagai basis pengembangan ternak produktif.

Dari program tersebut kemudian lahir gagasan membangun Program Jantara pada akhir tahun 2025 agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

“Program Jantara ini ada dua titik, yakni di Tamanrejo Kendal dan Desa Tolokan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Total ada 100 ekor domba yang didistribusikan, masing-masing wilayah mendapat 50 ekor,” ujar Zaini saat kegiatan press tour Kurban Series 1447 H di sentra peternakan Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).

Pada tahap awal, Dompet Dhuafa Farm menyalurkan sebanyak 50 ekor domba kepada lima peternak lokal Desa Tolokan. Masing-masing peternak menerima 10 ekor domba untuk dipelihara dan dikembangkan.

Zaini mengatakan, program tersebut dirancang agar peternak tidak lagi kesulitan mencari pasar penjualan ternak karena Dompet Dhuafa telah memiliki jaringan distribusi kurban yang berjalan setiap tahun.

Menurut Zaini, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung distribusi hewan kurban saat perayaan Hari Raya Idul Adha.

Domba yang dipelihara peternak nantinya langsung didistribusikan ke titik pemotongan hewan kurban setelah lolos quality control.

“Tahun ini kami memiliki 12 titik pemotongan. Domba-domba yang sudah memenuhi standar akan langsung dibawa ke lokasi pemotongan karena sudah dibeli para pekurban,” ungkapnya.

Pada Idul Adha tahun 2026, Dompet Dhuafa menargetkan distribusi sekitar 46 ribu ekor domba ke berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Khusus Jawa Tengah, distribusi mencapai sekitar 1.580 ekor domba.

“Kalau target di wilayah kami sendiri (Jawa Tengah), total kurang lebih 2.000 ekor domba. Jadi kami masih bagian kecil dari serapan yang ada di Jawa Tengah,” jelas Zaini.

Zaini menilai program kurban memiliki dampak strategis dalam meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat karena mampu menciptakan kepastian pasar sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan usaha peternakan secara mandiri.

“Kalau kemudian setiap tahun mereka punya domba, maka ada opsi mereka bisa bekerja sama dengan Dompet Dhuafa,” katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved