Jumat, 8 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Kepala BGN Dadan Hindayana Blak-blakan Cara Kendalikan 27.000 SPPG di Indonesia, Ini Rahasianya

Kepala BGN Dadan Hindayana Ungkap Cara Kendalikan 27 Ribu SPPG di Indonesia, Ini Rahasianya

Tayang:
Istimewa
SDM UNGGUL - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menjelaskan  operasional SPPG tidak berjalan secara spontan, melainkan didukung oleh SDM yang telah melalui proses pendidikan terstruktur sebelum ditempatkan di lapangan. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Fitriyandi Al Fajri

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR – Pengelolaan puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia disebut dilakukan melalui sistem terintegrasi berbasis sumber daya manusia terlatih dan mekanisme kontrol berlapis.

Upaya ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus berkembang pesat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menjelaskan  operasional SPPG tidak berjalan secara spontan, melainkan didukung oleh SDM yang telah melalui proses pendidikan terstruktur sebelum ditempatkan di lapangan.

Baca juga: Penerima MBG Tembus 61,9 juta dari Sabang hingga Merauke, Tercatat 27.760 SPPG di Indonesia

Menurutnya, para penggerak program direkrut dari lulusan sarjana terbaik yang kemudian mengikuti pelatihan terpusat, termasuk pendidikan di Universitas Pertahanan sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).

“Program ini dikembangkan dengan sistem, dan sebelum SPPG operasional, SDM-nya kami didik terlebih dahulu secara tersentral,” kata Dadan saat wawancara eksklusif bersama Pemred Warta Kota Network sekaligus Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domu Ambarita di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (29/4/2026).

Setelah dinyatakan siap, SDM tersebut disebar ke berbagai daerah untuk mengawal pembangunan hingga operasional SPPG.

Setiap unit yang telah diverifikasi kemudian mendapatkan dukungan pendanaan melalui virtual account agar dapat langsung beroperasi.

Dia menambahkan, sistem komando juga diterapkan secara harian dari pusat ke daerah untuk memastikan koordinasi tetap berjalan efektif.

“Kami memiliki basis komando yang instruksinya bisa diberikan setiap hari dari pusat langsung ke daerah,” ujarnya.

Selain itu, komposisi pimpinan di BGN yang melibatkan unsur purnawirawan TNI/Polri dan profesional sipil disebut turut memperkuat efektivitas koordinasi di lapangan.

Di sisi lain, penerapan sanksi terhadap SPPG yang bermasalah diklaim berdampak pada peningkatan kualitas layanan.

Baca juga: Penampakan SPPG Kelapa Gading yang Dinobatkan Sebagai Dapur MBG Terbaik

Evaluasi dilakukan melalui penghentian sementara operasional, investigasi, hingga pemberian rekomendasi perbaikan.

“Beberapa SPPG yang mengalami kejadian kami hentikan sementara, kami analisis, kami investigasi, kemudian kami berikan rekomendasi,” imbuh Dadan.

Dia menyebut, setelah melalui proses tersebut, unit yang sempat bermasalah justru menunjukkan perbaikan signifikan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved