Minggu, 3 Mei 2026

Kemensos

Mensos Gus Ipul: Operator Data Desa Kunci Keberhasilan Pengentasan Kemiskinan

Mensos Gus Ipul menegaskan operator data desa memegang peran penting dalam pembaruan DTSEN untuk menjadi dasar penyaluran bantuan sosial.

Tayang:
Kemensos
Mensos Gus Ipul berbicara di hadapan kepala desa, camat, TKSK, Pendamping PKH dan ratusan operator data desa dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi di Pendopo Amangkurat, Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). 

WARTAKOTALIVE.COM, TEGAL - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan operator data desa memegang peran penting dalam pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Akurasi data nasional, kata dia, sangat bergantung pada kualitas input dari tingkat desa.

Hal itu disampaikan Gus Ipul di hadapan kepala desa, camat, TKSK, Pendamping PKH dan ratusan operator data desa dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi di Pendopo Amangkurat, Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026).

“Kepala desa, bupati hingga Mensos tergantung hasil yang diinput oleh operator data desa. BPS (juga) tergantung data yang diinput operator data desa. Jadi Pak Bupati, nasib kita tergantung operator data desa,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, data yang dihimpun operator desa menjadi fondasi utama bagi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pemutakhiran.

Karena itu, peran operator desa tidak hanya bersifat administratif, tetapi menentukan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial dan program-program pemberdayaan.

Gus Ipul juga menyoroti masih adanya persepsi di masyarakat bahwa bantuan sosial hanya diberikan kepada kelompok tertentu yang memiliki kedekatan dengan aparat desa.

Untuk menjawab hal tersebut, Kementerian Sosial membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya guna menjaga transparansi dan kualitas data.

“Maka itu Bapak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan agar kita terbuka terhadap data. Partisipasi masyarakat dibuka selebar-lebarnya,” jelas Gus Ipul.

Melalui jalur partisipatif, masyarakat dapat mengusulkan maupun menyanggah data melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping PKH, call center 021-171, atau WhatsApp 0887-7171-171.

Seluruh usulan tersebut akan diverifikasi oleh BPS untuk diperbarui setiap tiga bulan.

Ia menegaskan, data sosial bersifat dinamis dan dapat berubah setiap saat. Karena itu, pemutakhiran harus dilakukan secara berkelanjutan.

Meski proses pembaruan bisa dilakukan kapan saja, hasilnya akan dirilis setiap tiga bulan dan menjadi dasar penyaluran bantuan sosial.

“Maka itu saya memohon kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan seluruh jajaran Kabupaten Tegal untuk bersama-sama melakukan pemutakhiran secara berkelanjutan. Kalau datanya sudah benar, maka berikutnya bansosnya harus tepat sasaran,” jelas Gus Ipul.

Dalam kesempatan ini Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa bansos hanya jembatan menuju kemandirian. Jadi masyarakat tidak boleh ketergantungan terhadap bansos.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved