Kesehatan
Konsumsi Suplemen Harus Bijak, Ini yang Perlu Diperhatikan untuk Kesehatan
Penggunaan suplemen memang dapat membantu mendukung kesehatan, tetapi harus disertai pemahaman yang cukup.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat, termasuk dalam hal konsumsi suplemen.
Banyak orang kini menjadikan suplemen sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama untuk mendukung imunitas dan mencegah penyakit.
Namun, di balik tren tersebut, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi suplemen perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Studi terbaru dari Herbalife menunjukkan bahwa 92 persen konsumen di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menganggap layanan kesehatan preventif sangat penting.
Bahkan, hasil survei Herbalife terhadap 9.000 konsumen di 11 pasar pada Mei 2025 menunjukkan bahwa hampir sembilan dari sepuluh atau 88 persen responden di Indonesia mengaku rutin mengonsumsi suplemen.
Meski demikian, hanya 69 persen yang merasa telah mengambil keputusan yang tepat dalam memilih produk yang dikonsumsi.
Menurut Director, Research Development and Scientific Affairs, Asia Pacific, Herbalife, Dr. Alex Teo penggunaan suplemen memang dapat membantu mendukung kesehatan, tetapi harus disertai pemahaman yang cukup.
“Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab berarti memahami komposisi, dosis, hingga potensi interaksi dengan obat lain,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Kurangnya pengetahuan cara konsumsi suplemen
Salah satu tantangan utama adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai cara konsumsi suplemen yang benar.
Banyak konsumen belum mengetahui dosis yang tepat atau batas aman konsumsi, terutama ketika mengonsumsi beberapa jenis suplemen sekaligus.
Misalnya, penggunaan St. John’s Wort yakni suplemen herbal yang umum digunakan untuk membantu mengatasi gejala depresi ringan hingga sedang, kecemasan, dan gangguan tidur ternyata dapat memengaruhi efektivitas obat tertentu.
Selain itu, konsumsi kalsium berlebihan berisiko menyebabkan Hiperkalsemia, yaitu kondisi kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan tulang dan ginjal.
Data menunjukkan bahwa 62 persen responden di Indonesia tidak mengetahui batas aman konsumsi kalsium harian, sementara 73 persen belum memahami risiko jika dikonsumsi secara berlebihan.
Para ahli menegaskan bahwa konsumsi suplemen yang aman bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga melibatkan tenaga kesehatan dan produsen.
| Mengenal Lensa Ortho-K, Lensa Malam Hari untuk Koreksi Mata Minus |
|
|---|
| Material Popok dari Serat Sutra Bantu Cegah Kulit Bayi dari Iritasi, Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Pakar, Pelaku Industri dan Rumah Sakit Seluruh Asia Pasifik Berkumpul di Jakarta, Ini yang Dibahas |
|
|---|
| Tekan Angka Kematian Ibu, POGI Fokus Optimalkan 10 Program Selamatkan Perempuan Indonesia |
|
|---|
| Kandungan Antiinflamasi dan Antikoagulan pada Gel Topikal Bantu Atasi Nyeri Otot dan Memar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Konsumsi-suplemen-kesehatan-1.jpg)