Selasa, 28 April 2026

Berita Nasional

Detik-detik Letusan Gunung Merapi Terjadi 17 Kali Dalam Sehari

Terekam detik-detik erupsi Gunung Merapi pada Selasa (28/4/2026) pukul 07.10 pagi.

Editor: Desy Selviany
Istimewa
GUNUNG MERAPI-Terekam detik-detik erupsi Gunung Merapi pada Selasa (28/4/2026) pukul 07.10 pagi. 

WARTAKOTALIVE.COM - Terekam detik-detik erupsi Gunung Merapi pada Selasa (28/4/2026) pukul 07.10 pagi. 

Terlihat awan panas meluncur dari kawah Merapi dengan estimasi jarak luncur 1.500 meter dengan amplitudo maks 45,95 mm durasi 117,56 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih). 

Dari letusan Gunung Merapi ini, masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi.

Dimuat TribunJogja dalam kurun waktu enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 17 kali ke arah barat daya.

Luncuran lava pijar meluncur sejauh 1800 meter ke arah Kali Krasak.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III.

Dikutip dari laman magma.esdm.go.id, pada pagi hari ini secara visual puncak Merapi tertutup kabut (0-II) dan asap kawah tidak teramati.

Namun demikian, berdasarkan data instrumen BPPTKG,  aktivitas kegempaan gunung setinggi 2968 meter di atas permukaan laut itu masih cukup tinggi.

Selain guguran lava pijar, terekam rentetan gempa yang mengindikasikan pergerakan magma di dalam tubuh gunung.

Baca juga: Libur Nataru!  Merapi Luncurkan Awan Panas, Warga dan Wisatawan Diminta Segera Menjauh

BPPTG mencatat adanya 29 kali gempa Guguran (amplitudo 1-27 mm), 11 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 2-24 mm).

Kemudian 2 kali gempa Vulkanik Dangka dan 1 kali gempa Tektonik Jauh.

Tingginya aktifitas gempa ini menunjukan bahwa suplai magma masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu.

Mengingat suplai magma yang masih aktif, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi keamanan sebagai berikut:

Sektor Selatan-Barat Daya: Area Sungai Boyong (5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km) masuk dalam zona potensi bahaya guguran lava dan awan panas.

Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

Lontaran Material: Masyarakat diminta mewaspadai lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya tersebut dan selalu mewaspadai ancaman bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di hulu sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved