Rabu, 29 April 2026

Gunung Merapi

Libur Nataru!  Merapi Luncurkan Awan Panas, Warga dan Wisatawan Diminta Segera Menjauh

Libur Nataru!  Merapi Luncurkan Awan Panas, Warga dan Wisatawan Diminta Segera Menjauh

Editor: Joanita Ary
dok bnpb
MERAPI LUNCURKAN AWAN PANAS -- Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan terjadinya awan panas guguran pada Sabtu (27/12/2025). Hingga kini, status gunung api paling aktif di Indonesia tersebut masih berada pada level siaga atau Level III, seiring masih berlangsungnya suplai magma dari dalam perut gunung. 

WARTAKOTALIVECOM, Yogyakarta  — Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan terjadinya awan panas guguran pada Sabtu (27/12/2025).

Hingga kini, status gunung api paling aktif di Indonesia tersebut masih berada pada level siaga atau Level III, seiring masih berlangsungnya suplai magma dari dalam perut gunung.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sedikitnya dua kali kejadian awan panas guguran pada hari itu.

Awan panas pertama teramati pada pukul 11.21 WIB dengan jarak luncur maksimal sekitar 1.500 meter, disusul awan panas kedua pada pukul 11.31 WIB yang meluncur lebih jauh hingga mencapai jarak maksimal 2.000 meter dari puncak.

Penyusun Laporan Tertulis BPPTKG, Rahmat Widyo Laksono, menjelaskan bahwa arah luncuran awan panas masih didominasi ke sektor barat daya.

Jalur tersebut mengarah ke bagian hulu Sungai Krasak, salah satu sungai yang selama ini menjadi kawasan rawan aliran material vulkanik Merapi.

Aktivitas guguran lava dan awan panas ini, menurut BPPTKG, masih berkaitan erat dengan dinamika kubah lava Merapi yang belum stabil.

Data pemantauan terkini menunjukkan suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung, sehingga potensi terjadinya awan panas guguran susulan tetap terbuka.

Seiring dengan kondisi tersebut, BPPTKG kembali menegaskan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Potensi bahaya saat ini terutama berada di sektor selatan hingga barat daya. 

Pada sektor ini, guguran lava dan awan panas berpotensi mengalir melalui Sungai Boyong dengan jarak maksimal lima kilometer dari puncak.

Selain itu, potensi bahaya juga mencakup alur Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal hingga tujuh kilometer.

Sementara di sektor tenggara, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer dari puncak.

BPPTKG juga mengingatkan bahwa jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga tiga kilometer dari kawah puncak.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved