Jumat, 24 April 2026

berita internasional

Profil dan Jejak Panjang Ayatollah Ali Khamenei

Profil dan Jejak Panjang Ayatollah Ali Khamenei: Dari Ulama Revolusioner hingga Penguasa Tertinggi Iran

Editor: Joanita Ary
Istimewa/Tidak Ada
KHAMENEI WAFAT -- Nama Ali Khamenei selama lebih dari tiga dekade identik dengan wajah Republik Islam Iran. Ia bukan sekadar pemimpin negara, melainkan simbol ideologi, pusat kekuasaan politik, sekaligus penjaga warisan revolusi yang mengubah Iran pada akhir abad ke-20. Wafatnya Khamenei pada usia 86 tahun setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel menutup satu era kepemimpinan paling panjang dan menentukan dalam sejarah modern Iran. 

Presiden Iran berada di bawah otoritas strategisnya.

Arsitek Iran Modern

Di bawah kepemimpinan Khamenei, Iran berubah menjadi kekuatan regional dengan strategi “perlawanan” terhadap dominasi Barat.

Ia memperkuat Korps Garda Revolusi Islam sebagai aktor militer sekaligus ekonomi.

Kebijakan luar negerinya membangun jaringan pengaruh Iran di Timur Tengah melalui aliansi regional dan konflik proksi.

Hubungan tegang dengan Amerika Serikat dan Israel menjadi ciri utama era pemerintahannya.

Di sisi lain, Iran menghadapi sanksi ekonomi berat selama puluhan tahun. Krisis ekonomi, inflasi, serta tuntutan kebebasan sipil memicu demonstrasi besar berulang kali.

Namun sistem politik tetap bertahan menunjukkan kuatnya struktur negara yang ia bangun.

Pemimpin Ideolog di Era Perubahan Generasi

Generasi muda Iran tumbuh dalam dunia yang berbeda dari era revolusi 1979. Internet, globalisasi budaya, dan tekanan ekonomi menciptakan jarak antara negara ideologis dan masyarakat modern.

Khamenei merespons perubahan ini dengan pendekatan hati-hati yakni membuka ruang teknologi dan pendidikan, tetapi tetap mempertahankan kontrol politik ketat.

Pendukungnya menyebutnya penjaga stabilitas nasional. Kritikus menilainya sebagai simbol stagnasi politik.

Transisi Paling Menentukan

Wafatnya Khamenei membuka pertanyaan besar: siapa yang akan menggantikannya?

Menurut konstitusi Iran, Majelis Ahli akan memilih Pemimpin Tertinggi baru.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved