Jumat, 24 April 2026

berita internasional

Profil dan Jejak Panjang Ayatollah Ali Khamenei

Profil dan Jejak Panjang Ayatollah Ali Khamenei: Dari Ulama Revolusioner hingga Penguasa Tertinggi Iran

Editor: Joanita Ary
Istimewa/Tidak Ada
KHAMENEI WAFAT -- Nama Ali Khamenei selama lebih dari tiga dekade identik dengan wajah Republik Islam Iran. Ia bukan sekadar pemimpin negara, melainkan simbol ideologi, pusat kekuasaan politik, sekaligus penjaga warisan revolusi yang mengubah Iran pada akhir abad ke-20. Wafatnya Khamenei pada usia 86 tahun setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel menutup satu era kepemimpinan paling panjang dan menentukan dalam sejarah modern Iran. 

WARTAKOTALIVECOM — Nama Ali Khamenei selama lebih dari tiga dekade identik dengan wajah Republik Islam Iran.

Ia bukan sekadar pemimpin negara, melainkan simbol ideologi, pusat kekuasaan politik, sekaligus penjaga warisan revolusi yang mengubah Iran pada akhir abad ke-20. 

Wafatnya Khamenei pada usia 86 tahun setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel menutup satu era kepemimpinan paling panjang dan menentukan dalam sejarah modern Iran.

Di Teheran, kabar kematiannya segera menggema sebagai peristiwa bersejarah—setara dengan momen wafatnya pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini, pada 1989.

Dunia kini menyaksikan negara itu memasuki fase transisi politik paling genting dalam empat dekade terakhir.

Anak Ulama dari Kota Suci

Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, kota yang menjadi pusat ziarah Syiah.

Ia tumbuh dalam keluarga religius sederhana.

Ayahnya adalah ulama lokal yang hidup asketis, jauh dari kemewahan.

Sejak muda, Khamenei dikenal sebagai pelajar tekun dengan minat luas: teologi Islam, filsafat, sastra Persia, hingga karya-karya pemikir Barat.

Ia bahkan menerjemahkan tulisan-tulisan asing ke dalam bahasa Persia sebuah fakta yang menunjukkan sisi intelektualnya yang jarang disorot di luar Iran.

Pertemuan intelektual dan spiritualnya dengan Ayatollah Khomeini di Qom menjadi titik balik hidupnya.

Dari sanalah ia terseret ke pusaran politik revolusioner melawan rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi yang dianggap represif dan pro-Barat.

Penjara, Penyiksaan, dan Revolusi

Pada 1960–1970-an, polisi rahasia SAVAK berulang kali menangkap Khamenei karena aktivitas politiknya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved