Rabu, 6 Mei 2026

Berita Nasional

Indonesia Tuan Rumah Forum Regional Pencegahan dan Pengendalian Dengue

WHO mencatat bahwa dengue kini menjadi salah satu penyakit tular vektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia,

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Indonesia menjadi tuan rumah Forum Regional ASEAN tentang Pencegahan dan Pengendalian Dengue yang diselenggarakan di Jakarta, 9–10 Februari 2026. Diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR), forum ini dihadiri sekitar 150 peserta dan panelis dari kalangan pembuat kebijakan, otoritas kesehatan, organisasi regional dan global, komunitas ilmiah, serta mitra pembangunan di kawasan ASEAN. 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia menjadi tuan rumah Forum Regional Pencegahan dan Pengendalian Dengue ASEAN di Jakarta, 9–10 Februari 2026.
  • Forum dihadiri 150 peserta dari negara ASEAN untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dan sektor menghadapi dengue.
  • Dengue masih jadi ancaman serius; Indonesia menyumbang kasus dan kematian tinggi di Asia Tenggara.
  • Indonesia dorong strategi inovatif seperti Wolbachia, vaksinasi, dan RAN Dengue 2026–2029 menuju Zero Dengue Deaths 2030.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Regional: Mendorong Aksi Kolektif dalam Pencegahan dan Pengendalian Dengue di Kawasan Negara-negara ASEAN/Asia Tenggara

Kegiatan yang oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue tersebut berlangsung di Jakarta pada 9–10 Februari 2026. 

Forum ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta dan panelis yang terdiri dari pembuat kebijakan, otoritas kesehatan, organisasi regional dan global, komunitas ilmiah, serta mitra pembangunan dari negara-negara ASEAN, termasuk perwakilan 10 dari 11 negara anggota ASEAN. 

Forum Regional ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas pemangku kepentingan, sekaligus mendorong penyelarasan kebijakan serta adopsi strategi pencegahan dan pengendalian dengue yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. 

Dengue masih menjadi salah satu tantangan kesehatan publik paling serius secara global maupun regional.

Antara Januari hingga Maret 2025, lebih dari 1,4 juta kasus dengue dan lebih dari 400 kematian dilaporkan di 53 negara dan teritori dalam wilayah WHO.

Secara global, lebih dari 3,9 miliar orang berisiko terinfeksi dengue, dengan estimasi sekitar 390 juta infeksi setiap tahun, di mana sekitar 96 juta kasus bersifat klinis.

WHO mencatat bahwa dengue kini menjadi salah satu penyakit tular vektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan kawasan Asia Pasifik sebagai kontributor kasus terbesar.

Baca juga: Tahun 2025 Ada 673 Kematian, PAPDI Ingatkan Potensi Peningkatan Dengue di Musim Hujan

Kawasan ASEAN telah lama diakui sebagai episentrum global penularan dengue, dengan banyak negara anggota menghadapi wabah siklikal dan kondisi endemis yang berkelanjutan.

Data European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menunjukkan bahwa hampir 400.000 kasus
dengue dilaporkan di Asia Tenggara sejak awal tahun 2025 hingga Oktober–November 2025, dengan Vietnam mencatat jumlah kasus tertinggi, diikuti oleh Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos dan Singapura.

Penularan dengue di ASEAN bersifat inheren lintas negara, dipengaruhi oleh kesamaan kondisi ekologis, mobilitas lintas batas, konektivitas perkotaan, serta variabilitas iklim, sehingga menegaskan pentingnya respons regional yang terkoordinasi

Selain berdampak pada kesehatan, dengue juga menimbulkan konsekuensi sosial-ekonomi yang signifikan.

Di Indonesia  saja, klaim layanan kesehatan terkait dengue mendekati Rp 3 triliun pada 2024, dengan estimasi total kerugian ekonomi mencapai hampir Rp15 triliun per tahun, sementara kontribusi dengue terhadap beban penyakit mencapai sekitar 0,71 persen dari total disability-adjusted life years (DALYs), angka yang sebanding dengan dampak yang juga dialami negara-negara endemis lainnya di ASEAN

Indonesia mencerminkan kompleksitas tantangan dengue di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved