Kamis, 21 Mei 2026

Berita Karawang

Tak Ada yang Istimewa, Begini Perayaan Hari Jadi Karawang ke-392

Tak Ada yang Istimewa, Begini Perayaan Hari Jadi Karawang di Lapangan Karangpawitan, Karawang Barat pada Minggu (14/9/2025).

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
HARI JADI KARAWANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar apel Hari Jadi ke-392 Karawang di Lapangan Karangpawitan, Karawang Barat pada Minggu (14/9/2025). Tak ada hal yang istimewa alam perayaan Hari jadi Karawang tahun ini. 

"Perlu kami klarifikasi, upaya tersebut merupakan bentuk preventif panitia penyelenggara karena sebagian kecil nasi tumpeng sudah tidak layak makan. Demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pihak panitia memilih segera membersihkannya," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Asep Aang Rahmatullah menyebut rangkaian gebyar tumpeng pemecah rekor MURI ini merupakan terobosan yaitu syukuran pemerintah daerah dengan masyarakat bisa makan tumpeng bareng sekaligus pemecahan rekor MURI.

"Ini adalah hajatan rakyat Karawang. Sehingga tumpeng-tumpeng ini kami bagikan pada warga. Sehingga euforia HUT Karawang benar-benar dirasakan,” katanya.

Mengenai video viral soal tumpeng yang dinarasikan dibuang, menurut Aang, Pemda Karawang melalui Tim Verifikasi Gizi Dinas Kesehatan lah yang pertama mengetahui kualitas nasi tumpeng sebelum diedarkan ke masyarakat.

“Jadi sebetulnya konsep acara ini ialah selain memecahkan Rekor MURI tumpeng terbanyak se-Indonesia juga adalah makan besar warga Karawang mengingat jumlahnya yang sangat besar sekitar 1.600 an tumpeng,” kata Sekda.

Baca juga: Polres Karawang Tangkap Dua Tersangka Baru Pengeroyok Kiai NU, AKBP Edward: Mereka Ikut Memukul

Namun sebelum pembagian dilakukan, tim verifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan uji kualitas nasi tumpeng yang ada.

Hasilnya memang ditemukan beberapa nasi tumpeng tidak layak konsumsi karena basi.

"Ya masa nasi basi mau kita bagikan ke warga. Maka kami pisahkan agar tidak bercampung dengan nasi tumpeng yang layak konsumsi,” jelas Aang.

Selain tim verifikasi, ia juga mengapresiasi asosiasi pengusaha penyelengara jasa boga yang juga ikut secara aktif memisahkan mana yang layak dibagikan dan tidak.

“Alhamdulillah, jadi tidak sampai tumpeng basi ini dikonsumsi, khawatirnya malah berimplikasi pada kesehatan,” tandasnya.

Kata Aang, berkat gerak cepat tim verifikasi Dinkes akhirnya nasi yang tidak layak konsumsi itu tidak diedarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Dan masyarakat bisa menikmati tumpeng dengan layak.

"Kami sampaikan bahwa itu hanya sedikit, sebagian kecil saja karena memang kondisinya tidak layak konsumsi. Tapi sebagian besarnnya kami makan bersama dan dibagikan kepada masyarakat," katanya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved