Kamis, 11 Juni 2026

Momen Akrab Penuh Tawa saat Teddy Antar Luhut, Bahas MBG hingga GovTech dengan Prabowo

Potret Akrab Seskab Teddy dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Usai Bertemu Prabowo, Bahas MBG hingga Digital Single ID

Tayang:
Editor: Joanita Ary
sekretariat presiden
TEDDY DAN LUHUT --Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Momen tersebut tampak ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengantarkan Luhut usai pertemuan dengan Presiden. Dalam foto yang diunggah Sekretariat Kabinet, Teddy dan Luhut terlihat berjalan berdampingan sambil tersenyum, mencerminkan suasana santai setelah pembahasan sejumlah agenda strategis pemerintahan. 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Momen tersebut tampak ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengantarkan Luhut usai pertemuan dengan Presiden.

Dalam foto yang diunggah Sekretariat Kabinet, Teddy dan Luhut terlihat berjalan berdampingan sambil tersenyum, mencerminkan suasana santai setelah pembahasan sejumlah agenda strategis pemerintahan.

Melalui keterangan unggahan tersebut, Sekretariat Kabinet mengungkap sedikitnya tujuh poin penting yang menjadi bahan diskusi antara Presiden Prabowo dan Luhut. Pembahasan mencakup evaluasi program prioritas pemerintah, kondisi ekonomi nasional, penguatan devisa negara, hingga transformasi digital pemerintahan.

Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pembahasan itu disebutkan bahwa program tersebut tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Program MBG dinilai mampu menggerakkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa sebanyak 86,9 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah melibatkan UMKM lokal sebagai pemasok kebutuhan program. 

Rata-rata terdapat tiga UMKM yang terlibat pada setiap SPPG.

Selain itu, hampir 99 persen tenaga kerja yang bekerja di SPPG berasal dari masyarakat sekitar. Kondisi tersebut membuat manfaat ekonomi program dapat dirasakan langsung oleh warga di daerah tempat program dijalankan.

"Dampak program tidak hanya pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja," demikian salah satu poin yang disampaikan dalam keterangan Sekretariat Kabinet.

Dalam bidang ekonomi makro, Luhut juga melaporkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat di tengah ketidakpastian global.

Pertumbuhan ekonomi disebut tetap terjaga, inflasi berada dalam kondisi terkendali, sementara sektor korporasi dan perbankan nasional dinilai berada dalam kondisi sehat.

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional, terutama dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik dan perlambatan di sejumlah negara.

Untuk memperkuat sumber devisa negara, DEN merekomendasikan sejumlah langkah strategis.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved