Berita Nasional
Usai Mendadak Dipanggil Prabowo, Luhut dan Chatib Basri Beberkan Hasil Pertemuan
Luhut Binsar Pandjaitan soal Polemik MBG: Tak Perlu Diperdebatkan Lagi, Fokus Perbaiki Pengelolaan
WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta berbagai pihak untuk tidak lagi memperdebatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, manfaat program tersebut sudah jelas sehingga perhatian kini perlu diarahkan pada perbaikan tata kelola dan pelaksanaannya di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Luhut usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Ia menilai perdebatan yang berkepanjangan mengenai program MBG tidak lagi produktif karena substansi program tersebut pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
"Kita jangan bertengkar lagi mengenai itu. Itu barang baik, tinggal pengelolaannya saja yang tentu kita perbaiki," ujar Luhut kepada wartawan.
Luhut mengatakan, pemerintah saat ini lebih membutuhkan dukungan dan masukan konstruktif untuk menyempurnakan pelaksanaan program daripada terus-menerus mempertanyakan keberadaannya.
Menurut dia, setiap program berskala besar yang menjangkau jutaan penerima manfaat pasti menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal implementasi.
Karena itu, evaluasi dan penyempurnaan dinilai sebagai langkah yang lebih penting dibandingkan memperdebatkan konsep dasar program tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan perbaikan agar pelaksanaan MBG semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Menurut Luhut, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.
Selain itu, koordinasi antarinstansi dan penguatan sistem pengawasan juga menjadi bagian penting untuk menjamin kualitas pelaksanaan di berbagai daerah.
Pernyataan Luhut muncul di tengah masih adanya sejumlah sorotan terhadap program MBG, mulai dari aspek distribusi, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga efektivitas penyaluran anggaran.
Meski demikian, pemerintah berulang kali menegaskan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dengan cakupan yang luas dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program MBG memang menjadi salah satu agenda strategis pemerintahan Prabowo.
Pemerintah berharap program tersebut dapat membantu menekan angka kekurangan gizi, meningkatkan kualitas kesehatan anak, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih kompetitif di masa depan.
Di tengah berbagai evaluasi yang terus dilakukan, Luhut menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah upaya bersama untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan mempertentangkan keberadaannya.
"Programnya sudah baik. Sekarang bagaimana kita membuat pengelolaannya semakin baik sehingga manfaatnya benar-benar maksimal bagi masyarakat," kata Luhut.
| Jelang Munas, Sejumlah BPD Desak HIPMI Konsisten Terapkan Aturan Voters |
|
|---|
| Ikatan Tali Anak di Daycare Little Aresha Yogya Dilepas Hanya Saat Makan dan Minum |
|
|---|
| Waste Wise Campus: Universitas Bakrie Jadi Lokasi Gerakan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan |
|
|---|
| Gunung Merapi Kembali Mengamuk, Guguran Awan Panas Meluncur ke Barat |
|
|---|
| Siloam Gelar Simposium Orthopedi, Perkuat Transformasi Jadi Pusat Rujukan Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/luhut-binsar-pandjaitan-af.jpg)