Kamis, 9 April 2026

Berita Nasional

Dukung Program 3 Juta Rumah, KAI Bangun Rusun MBR Manggarai Tahun Ini

KAI kembangkan rusun berbasis TOD di Manggarai, terhubung transportasi publik dan pusat aktivitas.

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
PERUMAHAN RAKYAT - Maket Rusun MBR Manggarai yang berlokasi di Jalan Manggarai Utara I dan Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Proyek ini dibangun di atas lahan sekitar 2,1 hektare (21.939 meter persegi) yang terdiri dari Blok G seluas 6.925 meter persegi dan Blok F seluas 15.014 meter persegi pada tahun 2026. Unit hunian tersedia dalam dua tipe, yaitu Tipe 45 dan Tipe 52. dengan harga jual menyesuaikan tipe unit dan ketentuan yang berlaku. 

Ringkasan Berita:
  • PT KAI mengembangkan hunian terintegrasi berbasis TOD di kawasan stasiun, salah satunya Rusun MBR Manggarai di Jakarta Selatan.
  • Proyek 12 lantai ini dilengkapi akses langsung ke transportasi publik dan fasilitas pendukung.
  • Pembangunan dimulai 2026 dan bertahap hingga 2028.
  • Hunian ini diharapkan mendukung mobilitas efisien, menyediakan rumah terjangkau, serta menciptakan ekosistem kota yang terintegrasi.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung program pembangunan nasional melalui pengembangan hunian terintegrasi di kawasan stasiun berbasis konsep Transit Oriented Development (TOD).

Pencanangan pembangunan hunian tersebut dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026 di Stasiun Manggarai, Jakarta, serta secara simultan di Bandung (Stasiun Kiaracondong), Semarang (Kawasan Jalan Dr. Kariadi/Gergaji), dan Surabaya (Lapangan Mendut).

Pengembangan hunian ini merupakan bagian dari pemanfaatan aset perkeretaapian untuk menghadirkan kawasan permukiman yang terhubung langsung dengan transportasi publik, sehingga masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas serta memiliki akses mobilitas yang lebih efisien.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga merupakan bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, lembaga pengelola investasi dan aset BUMN yang dibentuk untuk memperkuat pengelolaan aset negara sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. 

Pembangunan Rusun MBR Manggarai

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa KAI mengelola lebih dari 327 juta meter persegi lahan perkeretaapian yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan kawasan berbasis transportasi.

“Pemanfaatan kawasan berbasis Transit Oriented Development memungkinkan pengembangan hunian, fasilitas komersial, serta konektivitas transportasi dalam satu kawasan yang terintegrasi. Di wilayah Jabodetabek saja, kawasan di sekitar stasiun memiliki potensi pembangunan sekitar 131 ribu unit hunian yang terhubung langsung dengan jaringan transportasi publik,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, pengembangan hunian di kawasan stasiun berkontribusi pada tiga agenda utama pembangunan perkotaan, yaitu memperluas akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, mendorong efisiensi pemanfaatan lahan melalui hunian vertikal di kawasan dengan mobilitas tinggi, serta memperkuat integrasi antara hunian dan transportasi publik.

Salah satu contoh pengembangan tersebut adalah Rusun MBR Manggarai yang berlokasi di Jalan Manggarai Utara I dan Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Proyek ini dibangun di atas lahan sekitar 2,1 hektare (21.939 meter persegi) yang terdiri dari Blok G seluas 6.925 meter persegi dan Blok F seluas 15.014 meter persegi.

Pembangunan hunian tersebut akan dilaksanakan oleh KAI Properti, anak usaha KAI yang bergerak di bidang pengembangan properti dan pengelolaan kawasan berbasis transportasi.

Bangunan direncanakan memiliki 12 lantai, dengan lantai 1 dan 2 difungsikan sebagai area retail dan kios yang mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Unit hunian tersedia dalam dua tipe, yaitu Tipe 45 dan Tipe 52. dengan harga jual menyesuaikan tipe unit dan ketentuan yang berlaku.

Pembangunan Rusun MBR Manggarai akan dilaksanakan secara bertahap. Blok G dijadwalkan mulai dibangun pada Agustus 2026, sedangkan Blok F direncanakan mulai pada Oktober 2026, dengan estimasi durasi konstruksi sekitar 10 hingga 15 bulan.

Serah terima unit diperkirakan berlangsung pada Mei-Agustus 2027 untuk Blok G, serta Desember 2027 hingga Februari 2028 untuk Blok F.

Kawasan hunian ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti akses langsung menuju Stasiun Manggarai dan Halte Transjakarta, gedung parkir terintegrasi, ruang terbuka hijau, serta area olahraga bagi penghuni.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved