Berita Nasional
Kemendagri Ingatkan Bahaya Ekstremisme yang Menyasar Anak Muda
Kemendagri melalui Ditjen Polpum menggelar diskusi pencegahan ekstremisme bersama 150 pelajar SMA di Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026).
Keempat adalah kolaboratif. Sekolah didorong membuka ruang dialog agar siswa dapat mengekspresikan pendapat secara positif.
"Menghadapi tantangan ini, pendekatan hukum atau penindakan saja tidak cukup. Sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan untuk melakukan pencegahan dini melalui konsep sekolah ramah dan inklusif," kata Aang Witarsa, Kamis (5/3/2026).
Pelajar Diminta Bijak Gunakan Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Aang juga mengingatkan pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Menurut dia, arus informasi yang sangat cepat di internet bisa menjadi pintu masuk penyebaran ideologi berbahaya.
"Dalam penggunaan media sosial, kita harus pandai dan bijak menyaring setiap informasi yang ada. Karena di era kini, media sosial menjadi pintu masuk berbagai informasi termasuk potensi masuknya konten yang mengandung bahaya ekstremisme," ujarnya.
Baca juga: Timur Tengah di Titik Nadir: 123 Tewas di Lebanon, Iran Gempur Israel-AS Lewat True Promise 4
Selain pihak Kemendagri, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Badan Kesbangpol Kota Cirebon, serta kalangan akademisi.
Para narasumber berbagi pengalaman serta strategi pencegahan ekstremisme di lingkungan pendidikan.
Bangun Lingkungan Pendidikan Aman
Melalui kegiatan ini pemerintah berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan dunia pendidikan.
Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan damai bagi para pelajar.
Ditjen Polpum juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong upaya pencegahan ekstremisme melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap ideologi kekerasan sekaligus menjaga persatuan bangsa.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
| PKB Angkat Budaya Betawi Jadi Agenda Politik, Muscab Jakarta Jadi Panggung Konsolidasi 2029 |
|
|---|
| Sangha Agung Indonesia Gelar Perayaan 67 Tahun Pengabdian untuk Indonesia |
|
|---|
| Momen Prabowo Panggil dan Salami Prajurit TNI Pembaca Doa di Akmil Magelang |
|
|---|
| Prabowo Tutup Pidato di Retret DPRD, Media Diminta Keluar Ruangan: “Saya Ingin Bicara Apa Adanya” |
|
|---|
| Dari Layanan Manual ke Sistem Terpadu, Transformasi Baru Industri Alih Daya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pelajar-SMA-mengikuti-diskusi-pencegahan-ekstremisme-berbasis-kekerasan.jpg)