Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

Kemendagri Ingatkan Bahaya Ekstremisme yang Menyasar Anak Muda

Kemendagri melalui Ditjen Polpum menggelar diskusi pencegahan ekstremisme bersama 150 pelajar SMA di Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026).

Tayang:
Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
DISKUSI PELAJAR - Pelajar SMA mengikuti diskusi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di Aula Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini diikuti 150 pelajar dan guru konseling dari 25 SMA di Kota Cirebon. 

Keempat adalah kolaboratif. Sekolah didorong membuka ruang dialog agar siswa dapat mengekspresikan pendapat secara positif.

"Menghadapi tantangan ini, pendekatan hukum atau penindakan saja tidak cukup. Sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan untuk melakukan pencegahan dini melalui konsep sekolah ramah dan inklusif," kata Aang Witarsa, Kamis (5/3/2026).

Pelajar Diminta Bijak Gunakan Media Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Aang juga mengingatkan pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Menurut dia, arus informasi yang sangat cepat di internet bisa menjadi pintu masuk penyebaran ideologi berbahaya.

"Dalam penggunaan media sosial, kita harus pandai dan bijak menyaring setiap informasi yang ada. Karena di era kini, media sosial menjadi pintu masuk berbagai informasi termasuk potensi masuknya konten yang mengandung bahaya ekstremisme," ujarnya.

Baca juga:  Timur Tengah di Titik Nadir: 123 Tewas di Lebanon, Iran Gempur Israel-AS Lewat True Promise 4

Selain pihak Kemendagri, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Badan Kesbangpol Kota Cirebon, serta kalangan akademisi.

Para narasumber berbagi pengalaman serta strategi pencegahan ekstremisme di lingkungan pendidikan.

Bangun Lingkungan Pendidikan Aman

Melalui kegiatan ini pemerintah berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan dunia pendidikan.

Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan damai bagi para pelajar.

Ditjen Polpum juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong upaya pencegahan ekstremisme melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap ideologi kekerasan sekaligus menjaga persatuan bangsa.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved