Selasa, 5 Mei 2026

Polemik Alumni LPDP

Mahfud MD Semprot Alumni LPDP yang Hina Negara: Saya Marah, Tapi Pemerintah Harus Koreksi Diri

Mahfud MD Semprot Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas (DS) yang Hina Negara: Saya Marah, Tapi Pemerintah Harus Koreksi Diri

Tayang: | Diperbarui:
YouTube Mahfud MD Official
MAHFUD MD MARAH - Mahfud MD, memberikan respons menohok ke Dwi Sasetyaningtyas (DS), alumni LPDP, yang dianggap menghina negara dengan pernyataannya "Saya saja yang WNI, anak saya jangan.". Mahfud menegaskan bahwa meski dirinya marah besar terhadap sikap tersebut, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap fakta pahit yang menjadi pemicu keputusasaan warga negara. 

Ringkasan Berita:
  •  Mahfud MD marah besar atas pernyataan DS yang melecehkan Indonesia di publik, padahal DS mengenyam pendidikan tinggi atas fasilitas dan uang rakyat Indonesia.
  • Mahfud menyebut nasionalisme luntur karena pemerintah "steril" terhadap kritik, hukum bisa dibeli, dan birokrasi yang memeras rakyat, sehingga muncul gerakan keputusasaan "kabur dulu".
  • Mendukung sanksi blacklist LPDP bagi yang menghina negara, namun Mahfud mengingatkan pemerintah agar beasiswa tidak dijadikan alat pembungkam suara kritis

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Polemik pernyataan alumni beasiswa LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang viral dengan narasi “cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan” menuai respons luas, termasuk dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD.

Mahfud MD, memberikan respons menohok ke Dwi Sasetyaningtyas (DS), yang dianggap menghina negara dengan pernyataannya tersebut.

Mahfud menegaskan bahwa meski dirinya marah besar terhadap sikap tersebut, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap fakta pahit yang menjadi pemicu keputusasaan warga negara.

Baca juga: Buntut Polemik Cukup Saya WNI, DPR Dukung Menkeu Blacklist Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas

Mahfud mengaku marah saat pertama kali mendengar pernyataan tersebut.

Namun, di saat yang sama, ia juga mengajak pemerintah untuk melakukan introspeksi atas kondisi yang memicu kekecewaan publik.

“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” kata Mahfud dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (24/2/2026) malam.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bertentangan dengan prinsip yang selama ini ia gaungkan: jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

“Ini tampaknya lelah. Padahal saya selalu mengatakan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujarnya.

Marah, Tapi Paham Akar Kekecewaan

Meski mengkritik keras sikap Dwi, Mahfud menilai ekspresi itu tidak lahir dari ruang hampa.

“Saya marah kepada Mbak Dwi Tias. Tapi kalau kita lihat ke belakang, kita juga harus sadar diri. Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa,” ucapnya.

Ia menilai sebagian publik merasa kritik tak lagi didengar dan perbaikan kebijakan tak kunjung dilakukan.

“Ini bukan tanpa data, tanpa fakta. Apa yang dikatakan itu berangkat dari fakta-fakta yang sering mengecewakan,” kata Mahfud.

Baca juga: Viral Curhat Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ungkap 44 Awardee Tak Kembali ke Indonesia

Ia mengingatkan, nasionalisme bisa luntur jika negara tidak mampu mengayomi rakyatnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved