Selasa, 12 Mei 2026

Ini Kata Bahlil soal SPBU Swasta Batal Beli BBM dari Pertamina

Ketersediaan pasokan energi, menurutnya, tidak akan terganggu meski ada dinamika negosiasi antara pihak swasta dan Pertamina.

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Kompas TV
RESPON BAHLIL -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, buka suara mengenai kabar pembatalan pembelian bahan bakar minyak (BBM) oleh sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dari PT Pertamina. Menurut Bahlil, persoalan itu murni merupakan urusan bisnis antara kedua pihak yang masih dalam tahap negosiasi. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, buka suara mengenai kabar pembatalan pembelian bahan bakar minyak (BBM) oleh sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dari PT Pertamina.

Menurut Bahlil, persoalan itu murni merupakan urusan bisnis antara kedua pihak yang masih dalam tahap negosiasi.

“Business-to-business-nya silakan. Kami hanya memberikan guidance. Selebihnya diatur secara B2B,” ujar Bahlil saat ditemui di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan ikut campur terlalu jauh dalam dinamika hubungan dagang antara badan usaha swasta dan Pertamina.

Namun, pemerintah tetap berperan memberikan arahan agar proses berjalan sesuai koridor hukum dan peraturan yang berlaku.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa kondisi cadangan BBM nasional dalam keadaan aman.

Ketersediaan pasokan energi, menurutnya, tidak akan terganggu meski ada dinamika negosiasi antara pihak swasta dan Pertamina.

“Stok BBM dalam negeri saat ini mencukupi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Sementara itu, kabar mengenai batalnya sejumlah SPBU swasta membeli BBM dari Pertamina menimbulkan pertanyaan publik terkait strategi distribusi energi ke depan.

Pertamina hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan negosiasi tersebut.

Pemerintah, menurut Bahlil, akan terus memantau situasi ini.

Ia menekankan bahwa kepentingan utama adalah menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat antara Pertamina dan badan usaha swasta.

 

 

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved