Jumat, 5 Juni 2026

Prabowo Panggil Kepala BGN, Instruksikan Perketat Standar Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto Panggil Kepala BGN, Instruksikan Perketat Standar Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Warta Kota/Nuriyatul Hikmah
PRABOWO PANGGIL KEPALA BGN -- Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Istana, buntut rentetan kasus keracunan yang menimpa sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Istana, buntut rentetan kasus keracunan yang menimpa sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan itu digelar untuk mengevaluasi jalannya program prioritas pemerintah tersebut sekaligus mencari langkah perbaikan.

Dalam laporannya, Dadan menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 9.615 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di berbagai daerah.

Dari jumlah itu, total penerima manfaat program MBG telah mencapai sekitar 31 juta orang.

Namun, Dadan mengakui sebagian besar kasus keracunan yang mencuat belakangan ini berasal dari SPPG yang baru beroperasi.

“Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang,” kata Dadan kepada Presiden.

Selain faktor keterampilan sumber daya manusia, BGN menemukan sejumlah penyebab lain, antara lain kualitas bahan baku makanan, kondisi air yang digunakan, hingga pelanggaran terhadap prosedur operasi standar (SOP).

Hal-hal tersebut dinilai menjadi titik lemah yang membuka celah terjadinya insiden.

Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.

Ia menekankan bahwa program MBG harus dijalankan dengan tata kelola yang lebih ketat karena menyangkut kesehatan jutaan anak Indonesia.

“Kita tidak boleh main-main dalam urusan ini,” tegas Prabowo.

Untuk itu, Prabowo menginstruksikan sejumlah langkah perbaikan.

Setiap SPPG diwajibkan memiliki koki yang terlatih, dilengkapi alat rapid test guna memeriksa kualitas makanan, serta menyediakan alat sterilisasi untuk food tray.

Ia juga menekankan pentingnya penyaringan air bersih melalui pemasangan filter standar.

Selain itu, Presiden meminta agar setiap unit layanan dilengkapi kamera CCTV yang terhubung langsung ke pusat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved