Antam Siapkan Roadmap Dekarbonisasi dan Komitmen Perkuat ESG
Antam Siapkan Roadmap Dekarbonisasi dan Komitmen Perkuat ESG. Hal itu diungkapkan Corporate Secretary Antam, Syarif Faisal Alkadrie
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan lewat roadmap atau peta jalan dekarbonisasi, serta penguatan operasional berbasis prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) menjadi komitmen penuh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Hal itu diungkapkan Corporate Secretary Antam, Syarif Faisal Alkadrie saat sosialisasi MediaMIND 2025 di Jakarta, Senin (9/9/2025).
"Perusahaan memastikan pelaksanaan kebijakan, prosedur, dan standar keberlanjutan di seluruh unit bisnis," ujar Syarif Faisal Alkadrie.
Baca juga: Dekarbonisasi Industri di Indonesia Terus Didorong untuk Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau
Dekarbonisasi adalah proses sistematis untuk mengurangi atau menghilangkan emisi karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya dari aktivitas manusia, dengan tujuan utama memperlambat perubahan iklim global.
Proses ini dilakukan dengan beralih dari bahan bakar fosil ke sumber energi rendah karbon atau nol karbon, seperti energi terbarukan, serta mengimplementasikan strategi efisiensi energi dan teknologi penangkapan karbon.
Sementatra ESG (Environmental, Social, and Governance) adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk menilai seberapa berkelanjutan dan bertanggung jawab suatu perusahaan dalam operasinya, dengan fokus pada tiga pilar utama: Lingkungan (Environmental) terkait dampak terhadap alam, Sosial (Social) terkait hubungan perusahaan dengan karyawan dan masyarakat, serta Tata Kelola (Governance) terkait praktik manajemen dan etika perusahaan.
Menurut Syarif roadmap atau peta jalan dekarbonisasi terbagi dalam tiga fase.
Yakni fase pertama pada 2025-2026 yang berfokus pada implementasi awal, termasuk pemanfaatan energi terbarukan di Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka, Sulawesi Tenggara, rehabilitasi ekosistem sungai, reklamasi pascatambang, serta verifikasi inventarisasi gas rumah kaca (GRK).
Kemudian, fase kedua pada 2027-2028 ditujukan untuk perbaikan berkelanjutan.
Sedangkan fase ketiga pada 2029-2030 menargetkan pengurangan emisi cakupan 1 dan 2 sebesar 15,8 persen dari baseline 2023, serta peningkatan bauran energi terbarukan 10 persen.
Baca juga: Konferensi Bangun Bangsa 2024: Mempercepat Dekarbonisasi di Asia Pasifik
Syarif menjelaskan Antam juga menargetkan tingkat keberhasilan rehabilitasi lahan di atas 75 persen dan peningkatan ESG rating.
Seiring semuanya, kata Syarif, ANTAM menjalankan operasional berbasis kerangka kerja ESG di berbagai unit.
Di Kolaka, kata dia, perusahaan mengoptimalkan sistem pemanasan melalui program FIRE-UP yang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Sementara di Kalimantan Barat, metode shaft diterapkan untuk efisiensi energi dan produktivitas tambang.
Antam, tambah Syarif juga melibatkan masyarakat sekitar dalam reklamasi, seperti pemanfaatan limbah kopra menjadi coconet untuk rehabilitasi lahan serta limbah sawit menjadi pupuk tankpos.
| Harga Emas Antam Hari Ini 15 Mei 2026 Turun Tajam, Anjlok Rp 20.000 per Gram |
|
|---|
| Harga Emas Antam 13 Mei 2026 Turun Rp 20.000, Jadi Rp 2.839.000 per Gram |
|
|---|
| Update Harga Emas Antam 12 Mei 2026, Berat 1 Gram Naik Rp 40.000 |
|
|---|
| Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Tembus Rp2,84 Juta per Gram |
|
|---|
| Harga Emas Antam Hari Ini 5 Mei 2026 Turun Rp35.000 per Gram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KOMITMEN-ANTAM-Menjalankan-praktik-pertamb.jpg)