Demo

Kasus Kematian Affan Kurniawan Diambil Alih, 7 Anggota Dalam Rantis Brimob Diperiksa Mabes Polri

Kasus Kematian Affan Kurniawan Diambil Alih, 7 Anggota Dalam Rantis Brimob Diperiksa Mabes Polri

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
tangkapan layar
OJOL DILINDAS BRIMOB - Seorang driver atau pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (20) meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam, saat aksi demo. 

Ia memahami jika kepergian Affan yang mendadak, membuat keluarga sangat terpukul.

"Insya Allah jalannya ringan kembali kepada Allah, Insya Allah perjalanan selama 21 tahun ini penuh dengan pahala yang akan membawanya ke tempat terbaik," jelasnya. 

Anies berjanji jika dirinya bersama masyarakat bakal memperjuangkan keadilan untuk Affan Kurniawan.

Sehingga, meski jasadnya sudah terkubur, Anies menyebut jika keadilan tak akan berhenti sampai prosesi pemakaman saja.

Di samping itu ia juga meminta agar massa ojol bersifat tenang dan tetap menjaga solidaritas sesama pekerja ojol.

"Peristiwa yang dialami Affan tidak boleh terjadi tidak boleh terulang dan saya pesan semua setelah selesai pemakaman, pulang ke tempat masing-masing dengan tenang," kata Anies.

"Usut tuntas. Seluruh rakkyat Indonesia menyaksikan, bapak ibu semoga diberikan ketabahan," pungkasnya. (m40)

Baca juga: Momen Brutal Massa Ojol Lempari Kapolda Metro Jaya Dengan Botol Air Mineral

Kapolda Metro Dilempari Sampah

Pemandangan berbeda justru terlihat saatKapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri ikut melayat ke peristirahatan terakhir Affan Kurniawan (21), di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Dia datang bersama wakilnya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono sekira pukul 09.46 WIB.

Keduanya kompak mengenakan seragam polisi dan kopeah hitam saat berada di pemakaman. 

Namun saat pemakaman Affan selesai dilaksanakan, ia berjalan keluar dengan didampingi oleh TNI menuju mobilnya.

Dia diikuti oleh ratusan pelayat ojol yang masih mengenakan jaket hijaunya saat tengah berjalan keluar.

Massa pun tumpah ruah di jalan raya dan menghujani orang pimpinan polisi se-Jakarta itu dengan sebutan "Pembunuh".

"Pembunuh woi, pembunuh!," ujar massa yang lambat laun dilantunkan menjadi sebuah lantunan lagu. 

Beberapa ojol ada yang melemparinya dengan sejumlah botol bekas air mineral dan sampah-sampah.

Warta Kota mengonfirmasi hal tersebut kepada Asep (35) salah satu pengemudi ojek online yang memilih tidak ikut rombongan massa.

"Iya tadi Kapolda jalan mau ke mobil kan ada tentaranya juga yang ngawal lah, nah pada ngikutin dah itu (teriak pembunuh)," ungkap Asep di lokasi, Jumat. 

Sementara itu Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Adi meminta maaf kepada masyarakat atas apa yang sudah terjadi.

"Saya mohon maaf ya. Kami sedang memperbaiki, akan kami bicara yang tegas kepada anggota," kata Asep kepada wartawan di TPU Karet Bivak, Jumat.

Menurutnya, ia sudah meyampaikan bela sungkawa secara langsung kepada keluarga Affan Kurniawan.

"Kami sudah bertemu ya dengan orang tua korban bapak Zulkifli, kami juga dari malam sudah menyampaikan belasungkawa yang dalam turut berduka cita atas musibah ini," ungkap Asep.

Dia juga sudah menerima permintaan keluarga korban yangnmeminta keadilan. Sehingga, ia berjanji akan bersikap profesional dan tegas dalam memproses hal ini.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved