Bubarkan DPR
Sebut Bubarin DPR Orang Tolol, Sahroni Takut Debat, Salsa Hutagalung: Gak Bisa Beli Keberanian?
Sebut Bubarin DPR Orang Tolol, Sahroni Takut Debat, Salsa Hutagalung: Duit Lu Bisa Beli Keberanian?
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pernyataan anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang menyebut bahwa mental orang yang mengatakan bubarkan DPR adalah orang tolol sedunia, memicu kemarahan sejumlah pihak.
Salah satunya adalah Salsa Erwina Hutagalung, diaspora yang tinggal di Denmark.
Salsa Erwina Hutagalung yang menjabat Strategic Manager di Vesta, sebuah perusahaan paling suistanable di dunia, mengaku murka atas pernyataan Sahroni.
Karenanya Salsa menantang Sahroni berdebat secara profesional.
Tantangan dilontarkannya secara terbuka di akun Instagramnya @salsaer.
Menurut Salsa Erwina Hutagalung, tantangannya itu agar Sahroni, yang disebut sebagai karyawannya mempertanggung jawabkan pernyataannya dalam debat.
Salsa juga berharap dengan berdebat, maka Sahroni akan menjadi lebih baik dalam berargurmen dan mau belajar cara berargumen yang baik dengan tepat berdasar data dan fakta.
Baca juga: Ikuti Jejak KPK, Kejagung Bisa Menyadap Target Korupsi, Ini Saran Ahmad Sahroni
"Karyawan kita itu sudah makan uang bosnya, dan sekarang bosnya malah dikatain tolol, lagi," kecam Salsa.
Namun Sahroni menjawab tantangan debat Salsa dengan mengatakan tidak mau berdebat dan mengaku dirinya masih bego sehingga mau bertapa dulu.
Hal itu diungkapkan lewat Instastorynya.
Sahroni seakan-akan ingin menunjukkan dia rendah hati dengan mengaku bego.
Tapi justru ia makin menjadi rujakan dan kecaman netizen.
Sementara Salsa Hutagalung terus menyampaikan ke netizen soal perkembangan tantangan debatnya ke Ahmad Sahroni.
"Halo teman-teman sebangsa setanah air. Jadi 18 jam setelah aku tantang debat Ahmad Syahroni, ini updatenya," kata Salsa, Rabu (27/8/2025) lewat video di akun Instagramnya.
Yang pertama kata Salsa, dirinya sudah dihubungi Kompas TV dan menyuarakan aspirasi serta argumennya yang mengecam pernyataan Ahmad Sahroni di Kompas TV secara live.
"Gimana nih, masa media lebih cepet dibanding DPR yang 580 jumlahnya. Jadi tunjangan komunikasi dan aspirasi kalian itu untuk apa? Kalau aspirasi masyarakat yang demo aja gak ditemuin, malah dihajar sama polisi," kata Salsa.
Lalu sekarang kata Salsa, aspirasi yang dilayangkannya secara online juga tidak ditanggapi Sahroni.
"Terus aspirasi yang secara online saja sekarang kamu gak berani untuk mendengarkan dan debat terbuka secara profesional," ujar Salsa.
Menurut Salsa ia ingin debat secara profesional dengan Syahroni atau bukan asal debat.
"Karena aku maunya debat profesional bukan debat-debat asal. Karena kalau cuma menggonggong, anjing aku juga bisa," kata Salsa.
Yang kedua tambah Salsa, dirinya mendapat informasi dari sejumlah wartawan bahwa tim Ahmad Sahroni sudah bergerak ke rumah keluarganya di Pamulang, Tangerang Selatan.
"Teman-teman, jadi keluarga aku masih ada di Pamulang. Ahmad Syahroni sampai kamu intimidasi keluarga aku, atau ada intimidasi dari teman-teman di Parlemen atau Pemerintah Indonesia. Aku habisi kalian," kata Salsa.
Menurut Salsa dirinya bukan orang bodoh dan bisa meminta support Internasional jika keluarganya diintimidasi.
"Sampai kalian berani-berank mengganggu keluarga aku di Indonesia, aku akan cari support internasional. Aku gulingkan kalian. Hati-hati kalian ya," kata Salsa.
Salsa mengingatkan bahwa dirinya adalah lulusan hubungan internasional dan juga seorang bisnis development yang handal di dunia.
"Jadi untuk sekedar mendapatkan support dari dunia gak susah buat aku," kata Salsa.
Yang ketiga kata Salsa, Ahmad Sahroni menjawab tantangan debatnya dengan tidak mau karena masih merasa bodoh.
"Ahmad Sahroni, semua orang awalnya bodoh. Tapi kita semua punya kemampuan untuk belajar. Makanya ayo kita debat, biar kamu bisa belajar cara berargumen yang benar yang tidak ngatain bos yang ngasih kamu makan," katanya.
"Kamu selama ini petantang-petenteng, gak pernah kan diminta akuntabilitasnya karena kamu merasa kaya, merasa crazy rich dan merasa di atas angin, dan tidak tersentuh. Kali ini kamu berhadapan dengan aku. Setiap hari aku akan tuntut akuntabilitas kamu untuk debat secara profesional sama aku," ujar Salsa.
"Kita buktikan siapa yang sebenarnya tolol diantara kita. Kamu yang makan duit rakyat dan ngatain rakyatnya tolol atau aku. Aku terbuka, mungkin aja aku yang tolol," kata Salsa.
Jika memang kalah, maka Salsa akan mengakui dirinya tolol dan akan mensupport Ahmad Sahroni.
Salsa juga menyinggung kekayaan Ahmad Sahroni yang dikenal sebagai crazy rich Tanjung Priok, karena ternyata tidak bisa membeli keberanian untuk berdebat.
"Ahmad Sahroni, punya duit sebanyak itu, bisa beli cyber truck, bisa beli beberapa motor mewah, ketua Harley Davidson katanya di Indonesia. Uang sebanyak itu gak bisa membeli keberanian?" kata Salsa.
"Gak bisa membeli kamu nyali, gak bisa membeli akuntabilitas untuk bertanggung jawab sama perkataan kamu," kata Salsa.
Salsa Erwina Hutagaling dikenal sebagai influencer dan pendiri akun @jadidewasa.
Baca juga: Penipuan, Pedagang Berlian Jadi Tersangka, Polres Metro Jaksel Diam, Ahmad Sahroni Bereaksi
Jadi Dewasa 101 (JDW 101) merupakan channel podcast yang membahas tips dan trik tumbuh menjadi dewasa.
Podcast membahas topik tentang mengenal identitas diri hingga topik seputar ekspektasi serta keuangan.
Salsa juga mengaku sebagai juara debat di Nanyang Technology University pada tahun 2014.
Ia juga tercatat sebagai mahasiswa berprestasi Universitas Gadjah Mada.
Kini Salsa tinggal di Aarhus, kota terbesar kedua di Denmark.
Tantangan Debat
Salsa Erwina Hutagalung menjadi sorotan usai menantang Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni untuk debat terbuka.
Salsa yang mengaku juara debat di Nanyang Technology University dan mahasiswa berprestasi Universitas Gadjah Mada itu mengaku murka dengan statement Ahmad Sahroni yang mengatakan rakyat tolol sedunia jika mendesak DPR bubar.
"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem . Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat! Kita pilih juri debat profesional kalo bisa yg internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Berani? Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu “tolol”. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," kata Salsa di akun Instagramnya.
"Aku udah bener-bener murka ya lihat kearoganan karyawan kita di DPR. Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem," kata Salsa/
Ia lalu menjelaskan dengan segala argumennya alasan meminta DPR dibubarkan.
"Kenapa kita minta DPR dibubarkan? Mereka sudah gagal menjalankan mandat yang kita berikan," kata Salsa.
ia menjelaskan soal negara yang defisit dan pemerintah yang ingin mengeruk pajak sebanyak mungkin dari rakyat.
Namun ditengah defisit itu, anggaran untuk DPR sangat besar yakni Rp9,9 Triliun.
"Tapi apa capaian mereka selama ini? Berapa banyak mereka berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seberapa berhasil mereka mengentaskan kemiskinan," kata Salsa.
Untuk capaian, kata Salsa, DPR selalu diam.
Namun untuk tunjangan mereka, DPR kerap berani bersuara.
"Bahkan berani ngatain rakyatnya tolol. Ini nih karyawan kita yang gak tahu diri, Ahmad Sahroni denger ya," kata Salsa.
Namun belakangan, Ahmad Sahroni mengaku tak akan meladeni orang yang mengajaknya debat itu.
Dia mengatakan ingin bertapa.
"Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane, ane mau bertapa dl bia pinter krn ane masih bloon. ane ini masih bego," tulis dia di unggahan Instgramnya.
Klarifikasi Ahmad Sahroni soal "orang tolol sedunia" Ahmad Sahroni menegaskan dirinya tidak pernah bermaksud merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI.
Ia bahkan mengeklaim, pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan.
Baca juga: Ahmad Sahroni Minta Propam Polda Sultra Atasi Kasus Guru Vs Anak Polisi di Konawe, Ini Kronologinya
“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).
“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” katanya.
Menurut dia, ucapannya dipahami keliru sehingga kemudian digoreng seolah-olah ditujukan kepada masyarakat.
Sahroni menegaskan, yang disorotinya adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota.
“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
Ahmad Sahroni
Salsa Erwina Hutagalung
Partai NasDem
anggota DPR RI
tantangan debat
debat
Salsa Hutagalung
Viral Lisa Mariana Sobek Foto Pernikahan, Diduga Kesal Hasil Tes DNA Bukan Anak Ridwan Kamil |
![]() |
---|
Agenda Demo Buruh di Depan Gedung DPR, Ada Tujuh Tuntutan |
![]() |
---|
Hendardi Menilai Presiden Prabowo Melanggar Undang Undang, Publik Harus Menolak, Ini Penjelasannya |
![]() |
---|
Heboh Dokter Hewan Magelang Sembuhkan Pasien Kanker Lewat Terapi Sekretom, Barang Bukti Rp 230 M |
![]() |
---|
Jaja Miharja Dapat Penghargaan dari Presiden Prabowo, Ini Pengalaman Pahitnya yang Menyedihkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.