Bubarkan DPR

Sebut Bubarin DPR Orang Tolol, Sahroni Takut Debat, Salsa Hutagalung: Gak Bisa Beli Keberanian?

Sebut Bubarin DPR Orang Tolol, Sahroni Takut Debat, Salsa Hutagalung: Duit Lu Bisa Beli Keberanian?

Instagram @salsaer dan Dok DPR RI.
SAHRONI TAKUT SALSA - Karena menyebut desakan bubarkan DPR orang tolol sedunia, Ahmad Sahroni ditantang debat Salsa Erwina Hutagalung, diaspora Indonesia yang tinggal di Denmark. Namun Sahroni menolak debat, sehingga Salsa mempertanyakan agar dengan kekayaannya membeli keberanian. 

Ia lalu menjelaskan dengan segala argumennya alasan meminta DPR dibubarkan.

"Kenapa kita minta DPR dibubarkan? Mereka sudah gagal menjalankan mandat yang kita berikan," kata Salsa.

ia menjelaskan soal negara yang defisit dan pemerintah yang ingin mengeruk pajak sebanyak mungkin dari rakyat.

Namun ditengah defisit itu, anggaran untuk DPR sangat besar yakni Rp9,9 Triliun.

"Tapi apa capaian mereka selama ini? Berapa banyak mereka berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seberapa berhasil mereka mengentaskan kemiskinan," kata Salsa.

Untuk capaian, kata Salsa, DPR selalu diam. 

Namun untuk tunjangan mereka, DPR kerap berani bersuara.

"Bahkan berani ngatain rakyatnya tolol. Ini nih karyawan kita yang gak tahu diri, Ahmad Sahroni denger ya," kata Salsa.

Namun belakangan, Ahmad Sahroni mengaku tak akan meladeni orang yang mengajaknya debat itu.

Dia mengatakan ingin bertapa.

"Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane, ane mau bertapa dl bia pinter krn ane masih bloon. ane ini masih bego," tulis dia di unggahan Instgramnya.

 Klarifikasi Ahmad Sahroni soal "orang tolol sedunia" Ahmad Sahroni menegaskan dirinya tidak pernah bermaksud merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI.

Ia bahkan mengeklaim, pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan.

Baca juga: Ahmad Sahroni Minta Propam Polda Sultra Atasi Kasus Guru Vs Anak Polisi di Konawe, Ini Kronologinya

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” katanya.

Menurut dia, ucapannya dipahami keliru sehingga kemudian digoreng seolah-olah ditujukan kepada masyarakat.

Sahroni menegaskan, yang disorotinya adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota.

“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved