Berita Kesehatan
Sebulan Tak Bisa Jalan, Andre Bangkit Lagi Berkat Terapi Robotik Stroke di Klinik Wijaya
Klinik Wijaya yang berlokasi di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel memanfaatkan teknologi robotik untuk rehabilitasi pasien stroke
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Harapan itu datang dari langkah pertama.
Bukan di jalan raya, melainkan di atas treadmill dengan bantuan robot rehabilitasi.
Bagi Andre, pasien stroke asal Jakarta, momen kembali berdiri dan melangkah setelah sebulan terapi di Klinik Wijaya menjadi titik balik hidupnya.
Baca juga: Alasan Pasien Stroke Harus Segera Ditangani, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Bedah Syaraf RSUI
Sejak 2013, Klinik Wijaya yang berlokasi di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah memanfaatkan teknologi robotik untuk rehabilitasi pasien stroke.
Salah satu perangkat unggulannya adalah robot Lokomat, alat bantu berjalan berbasis exoskeleton yang dirancang untuk melatih kembali fungsi gerak pasien secara bertahap dan berulang.
Owner Klinik Wijaya, Sukono Djojoatmodjo, mengatakan penggunaan teknologi robotik memberi dampak psikologis yang besar bagi pasien.
“Saat pasien bisa berdiri dan berjalan kembali, ada rasa bahagia dan harapan. Itu penting dalam proses penyembuhan,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Seiring waktu, Klinik Wijaya terus menambah perangkat rehabilitasi berbasis robotik.
Baca juga: Program Stroke Ready Hospital Pastikan Pasien Dapat Penanganan Medis Cepat, Tepat, dan Komprehensif
Saat ini tersedia berbagai jenis alat, mulai dari Robotik Lokomat, Armeo, Andago, Fourier, hingga hidroterapi.
Robot-robot tersebut didatangkan dari berbagai negara seperti Swiss, Belanda, dan China, serta disesuaikan dengan kebutuhan pasien, baik untuk anggota gerak atas, bawah, maupun keseimbangan tubuh.
Meski biaya terapi tidak murah dan belum ditanggung BPJS Kesehatan, Sukono menegaskan hasil rehabilitasi menjadi alasan utama pasien memilih terapi robotik.
“Hasilnya relatif cepat, apalagi jika dikombinasikan dengan terapi manual dan pendampingan tenaga profesional,” katanya.
Dari Lumpuh Sebelah hingga Kembali Bekerja
Andre mengalami stroke pada Januari 2022.
Saat itu, separuh tubuh kirinya tak bisa digerakkan.
| Bersertifikat PAI New York, Pilates Hunter Kemang Tangani Kelas Pasca Operasi hingga Skoliosis |
|
|---|
| BRIN Gandeng BPOM RI, Targetkan 5 Fitofarmaka Baru dan Kembangkan Vaksin Malaria hingga Kanker |
|
|---|
| Dari RSUD hingga Provinsi, Transformasi Pengadaan Digital Kini Kian Nyata |
|
|---|
| Ini Dampak Kurang Minum Air bagi Tubuh Menurut Dokter |
|
|---|
| Perjalanan Menyusui Naik Level Hadirkan Tim Dokter untuk Dukung Ibu Sejak Hamil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pasien-Stroke-andre.jpg)