Berita Jakarta
Sampah Berserakan ke Jalan, Warga Cakung Terpaksa Ikut Angkut Sendiri
Sampah yang ada di sana sampai berserakan ke jalanan dan meresahkan pengendara yang melintas.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Warga Cakung, Jakarta Timur, resah karena sampah menumpuk di Tempat Penampungan Sampah Pusat Industri Kecil (TPS PIK) sejak hampir 4 bulan terakhir.
- Tumpukan sampah tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga menyebar ke jalanan, mengganggu kenyamanan pengendara yang melintas.
- Proses pengangkutan sampah ke truk dilakukan secara manual, sehingga warga sekitar bahkan harus ikut membantu karena petugas kesulitan mengangkat sampah sendiri.
WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Warga sekitar Tempat Penampungan Sampah Pusat Industri Kecil (TPS PIK) Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang belum diangkut selama beberapa hari terakhir.
Sampah yang menumpuk di lokasi tersebut belum dibawa oleh truk pengangkut, sehingga menimbulkan keresahan bagi warga sekitar.
Dari pantauan di lokasi, sampah yang ada di sana sampai berserakan ke jalanan dan meresahkan pengendara yang melintas.
Tusiah, warga RT 06 Kelurahan Penggilingan menjelaskan, masyarakat sudah mengeluhkan bau sampah sejak beberapa hari lalu dan ketika diangkat harus dibantu oleh warga sekitar.
"Keluhan warga itu sudah sangat lama. Terus naikin ke truk itu, harus manual, sendiri. Dibantu dengan banyak orang seperti itu. Kan sangat berat," kata Tusiah, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, petugas pengangkut sampah harus kerja dua kali karena setelah ambil dari rumah warga harus angkut ke truk sendiri.
Baca juga: Pengolahan Sampah di RDF Rorotan Bikin Warga Kesal, Pramono Minta Uji Coba Dihentikan
Tusiah merasa kasihan dengan petugas sampah di lingkungan tempat tinggalnya karena harus memanggul beban berat dengan upah tak sepadan.
"Sudah gitu nambah biaya-biaya ongkos yang harus kita keluarkan juga. Jadi, nambah biaya banyak. Jadi, saya mohon agar pemerintah hadir dalam hal ini tolong tempat pembuangan sampah yang semula itu difungsikan lagi," tegasnya.
Ia pun meminta kepada pemerintah agar untuk menyediakan alat agar bisa mengangkut sampah ke truk.
Sehingga warga tidak lagi harus ikut angkut sampah ke dalam truk.
Ia juga menegaskan, selama musim hujan dan sampah menumpuk, maka akan keluarkan bau atau aroma tidak sedap.
"Sudah lama (menumpuk). Kalau cara seperti ini (pindahkan sampah ke truk) mulai bulan Agustus,. Agustus, September, Oktober, November. Sekarang ini hampir empat bulan," imbuhnya.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Libur Nasional 14-15 Mei 2026, Dukcapil DKI Tetap Buka Layanan KTP dan IKD |
|
|---|
| 20 RW Kumuh Jakarta Masuk Prioritas Kurban 2026, Distribusi Kini Lebih Presisi |
|
|---|
| KSOP Tanjung Priok Uji Respons Darurat Tumpahan Minyak, Libatkan 30 Stakeholder Pelabuhan |
|
|---|
| Kumpulkan Lurah dan Camat se-Jaktim, Ini Arahan Munjirin Soal Penanganan Sampah |
|
|---|
| Pramono Tegaskan Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Tempat-Penampungan-Sampah-Pusat-Industri-Kecil-TPS-PIK-Penggilingan-Cakung.jpg)