Berita Jakarta
Kumpulkan Lurah dan Camat se-Jaktim, Ini Arahan Munjirin Soal Penanganan Sampah
Wali Kota Jaktim Munjirin meminta lurah dan camat memperkuat pemilahan sampah untuk kurangi beban Bantar Gebang.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengumpulkan lurah dan camat untuk mengevaluasi penanganan sampah di wilayahnya.
- Dalam rapat tersebut, seluruh jajaran menandatangani komitmen pengurangan timbulan sampah melalui pemilahan dan pengolahan dari sumber.
- Munjirin meminta sosialisasi kepada warga terus digencarkan agar volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang signifikan.
WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengumpulkan para lurah dan camat untuk mengevaluasi penanganan sampah di wilayahnya, Rabu (13/5/2026).
Munjirin mengatakan, monitoring dan evaluasi (monev) penanganan sampah di kantornya turut diwarnai penandatanganan komitmen oleh para lurah dan camat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen jajaran pemerintah wilayah dalam mengurangi timbulan sampah di Jakarta Timur.
Menurut Munjirin, evaluasi rutin dilakukan agar jajarannya semakin gencar melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat.
“Ini adalah monev kesekian kalinya karena Jakarta Timur sudah berangkat jauh-jauh hari. Setiap dua minggu sekali kita mengadakan monev, dan tadi semua camat sudah memaparkan hasilnya, bahkan sudah mulai terlihat perkembangannya,” kata Munjirin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Pramono Tegaskan Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Ini Alasannya
Ia menjelaskan, kinerja jajaran wilayah dalam pemilahan sampah dapat terlihat dari laporan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas.
PDUP Ciracas setiap hari menerima sampah hasil pemilahan, terutama sampah anorganik yang dikirim dari wilayah-wilayah di Jakarta Timur.
“Saya tekankan agar seluruh masyarakat sudah harus mulai memilah sampah dari rumah masing-masing. Tidak ada kata lain,” tegasnya.
Mantan Wali Kota Jakarta Selatan itu menambahkan, setiap wilayah telah memiliki target pengiriman sampah anorganik.
Ia meminta jajarannya terus meningkatkan upaya pemilahan dan pengolahan sampah guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
“Semuanya berkomitmen bahwa timbunan sampah itu harus turun. Caranya ya dengan dipilah lalu diolah. Sampah anorganik bisa dimanfaatkan kembali, organik juga bisa diolah. Target kita semaksimal mungkin karena mulai Agustus nanti Bantar Gebang hanya menerima residu saja. Jadi ini harus benar-benar diupayakan maksimal di Jakarta Timur,” ujarnya.
Berikut tiga komitmen pengurangan timbulan sampah yang ditandatangani lurah dan camat:
- Menggerakkan dan mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup minim sampah serta melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.
- Melaksanakan langkah-langkah strategis dalam pengurangan timbulan sampah di tingkat kelurahan melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada warga mengenai pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.
- Menurunkan timbulan sampah secara signifikan berdasarkan data timbulan sampah tahun 2026 dan melaporkan kegiatan setiap dua minggu kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Timur.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Pramono Tegaskan Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Ini Alasannya |
|
|---|
| KemenHAM DKI dan BNNP Jakarta Turun Tangan, Manggarai Dibidik Jadi Kampung Bebas Narkoba |
|
|---|
| Judi Online hingga Tawuran, DPRD DKI Ingatkan Ancaman Sosial di Jakarta Kian Nyata |
|
|---|
| Luncurkan Gerakan Pilah Sampah, Munjirin Ingatkan Pentingnya Peran Serta Warga |
|
|---|
| Polsek Matraman Jaktim Tes Kejiwaan Pelaku Teror Pembakaran Rumah Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/GERAKAN-PILAH-SAMPAH-Wali-Kota-Jakarta-Timur-Munjirin-pada-Rabu-1352026.jpg)