Rabu, 29 April 2026

Berita Depok

Cegah HIV, DTF Depok Desak Pengesahan Perwali HIV–IMS

Menjelang Hari AIDS Sedunia 2025, DTF Depok menilai regulasi daerah menjadi kunci keberlanjutan layanan HIV di tengah berakhirnya dukungan donor.

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy
HIV - Pengurus District Task Force (DTF) Depok. DTF Depok merilis catatan refleksi satu dekade perjalanan penanggulangan HIV di Depok. Pada kesempatan tersebut, DTF Depok juga menyerukan percepatan pengesahan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Penanggulangan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS).  

Ringkasan Berita:
  • District Task Force (DTF) Depok merilis catatan satu dekade penanggulangan HIV menjelang Hari AIDS Sedunia 2025 dan mendesak percepatan pengesahan Perwali HIV–IMS. 
  • Koordinator DTF, Samsu Budiman, menilai regulasi ini penting untuk menjaga keberlanjutan layanan setelah berakhirnya dukungan Global Fund. 
  • Draft Perwali yang disusun sejak 2022 memuat strategi eliminasi, mekanisme pendanaan APBD, layanan PrEP–PEP, integrasi TB–Hepatitis–KIA, hingga upaya anti-stigma. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Menjelang Peringatan Hari AIDS Sedunia ke-38 yang jatuh pada 1 Desember 2025, District Task Force (DTF) Depok merilis catatan refleksi satu dekade perjalanan penanggulangan HIV di Depok.

Pada kesempatan tersebut, DTF Depok juga menyerukan percepatan pengesahan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Penanggulangan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS). 

Menindaklanjuti hal itu, DTF Depok menggelar diskusi mengenai keberlanjutan program HIV-IMS yang difasilitasi oleh Komunitas Aksi Kemanusiaan Indonesia (KAKI) di Balai Kota Depok, Rabu (26/11/2025).

Koordinator DTF Depok, Samsu Budiman menilai, regulasi ini menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan layanan di tengah tantangan menuju Eliminasi AIDS 2030.

Sejak 2013, Depok telah membangun pondasi penanggulangan HIV melalui penguatan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) di RSUD Depok.

Selain itu, juga dilakukan perluasan layanan skrining di seluruh Puskesmas, serta koordinasi lintas sektor melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). 

Sepanjang perjalanan tersebut, komunitas penanggulangan HIV yang tergabung dalam DTF Depok berperan sebagai garda terdepan dalam edukasi.

Selain itu, mereka juga menjangkau populasi kunci, pendampingan ODHIV, distribusi kondom, mobile VCT, mitigasi stigma, dan penguatan data di lapangan.

Kerja komunitas selama bertahun-tahun turut meningkatkan angka temuan kasus HIV di Depok

"Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan deteksi dini dan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat untuk memeriksakan diri, sehingga fenomena gunung es yang sebelumnya tersembunyi mulai terkuak,” Budiman.

Baca juga: Kesal Kisahnya Diunggah di Sosmed Tanpa Izin hingga Viral, Nurhadi Bantah Hidup Sendirian

Budiman menegaskan, upaya komunitas dan layanan kesehatan telah mengubah ketakutan menjadi keberanian untuk mengetahui status kesehatan secara mandiri.

Meski berbagai capaian positif telah diraih, Depok kini menghadapi tantangan baru, berakhirnya dukungan Global Fund. 

“Selama lebih dari satu dekade, donor global ini berkontribusi besar dari hulu ke hilir, meliputi edukasi pencegahan, penyediaan alat tes, ARV, mobile service, hingga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan organisasi masyarakat sipil,” ujarnya.

Menurut Budiman, tanpa regulasi daerah yang kuat, keberlanjutan program HIV-IMS di Depok berisiko melemah.

Dalam catatan refleksinya, DTF menegaskan bahwa Perwali HIV–IMS merupakan fondasi hukum yang akan memastikan pembiayaan APBD.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved