Senin, 13 April 2026

Warta Bisnis

Dari Loan Factory hingga Digital Store, BTN Perkuat Layanan dan Efisiensi

I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029.

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa dalam acara Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (13/3). 

 

Ringkasan Berita:
  • BTN melakukan transformasi layanan dengan modernisasi kantor cabang, digitalisasi layanan, dan pembaruan operasional kredit melalui sistem loan factory agar proses lebih cepat, efisien, dan terstandar.
  • Bank fokus memperkuat sustainable funding dan holistic banking proposition, menawarkan layanan beyond mortgage seperti payroll, kartu kredit, investasi, dan kredit multiguna.
  • Jaringan kantor cabang direvitalisasi, menghadirkan konsep modern, ramah nasabah

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi bisnis untuk memperkuat layanan kepada nasabah.

Salah satunya dengan melakukan ekspansi secara efisien melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029.

Yakni menjadi "Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia".

Visi tersebut dijalankan melalui sejumlah strategi dalam corporate plan. Di antaranya memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan, meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan pengalaman nasabah yang lebih baik.

"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman dalam acara Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Ballroom Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (13/3).

Baca juga: BTN Bukukan Aset Rp527,79 Triliun dan Laba Bersih Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025

Nyoman menjelaskan, penting untuk memperkuat engine sustainable funding agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.

Mengingat, pendanaan merupakan bahan bakar utama bagi perbankan untuk menjalankan aktivitas pembiayaan. Tanpa dukungan pendanaan yang kuat, bank tidak akan mampu menyalurkan pembiayaan secara optimal kepada masyarakat.

"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya.

BTN juga terus berupaya menghadirkan holistic banking proposition. Artinya, bank berupaya memperkuat proposisi produk sekaligus meningkatkan strategi cross selling.

alam hal ini, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan atau KPR, tetapi mulai bergerak menuju layanan beyond mortgage.

Dengan pendekatan tersebut, BTN ingin menawarkan layanan perbankan yang lebih lengkap kepada nasabah. Seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan mobil maupun motor, hingga kredit modal kerja.

"Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," ungkap Nyoman.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved