Kamis, 14 Mei 2026

Perbankan

BTN Bukukan Aset Rp527,79 Triliun dan Laba Bersih Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025

BTN mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total aset konsolidasian sebesar Rp 527,79 triliun sepanjang 2025.

Tayang:
BTN
Konferensi pers kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang tahun 2025 yang berlangsung di Jakarta, Senin (9/2/2026). BTN mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan aset, laba bersih, penyaluran kredit, hingga perolehan dana pihak ketiga (DPK), ditengah dinamika dan tantangan makro ekonomi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan aset, laba bersih, penyaluran kredit, hingga perolehan dana pihak ketiga (DPK), ditengah dinamika dan tantangan makro ekonomi.

Memasuki usia ke-76 tahun pada 9 Februari 2026, BTN membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp 527,79 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut melampaui target perusahaan pada awal tahun lalu sebesar Rp 500 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pencapaian aset tersebut mencerminkan peran BTN selama 76 tahun dalam mendukung sektor perumahan nasional, termasuk menyalurkan pembiayaan sekitar 6 juta unit rumah.

Saat ini, BTN menguasai pangsa pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar 39 persen secara nasional.

Sejalan dengan peran tersebut, BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 3,5 triliun pada 2025 atau tumbuh 16,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 3,0 triliun.

“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten,” ujar Nixon di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pertumbuhan laba didorong kenaikan pendapatan bunga sebesar 23 persen yoy menjadi Rp 36,33 triliun pada akhir 2025, dari Rp 29,55 triliun pada 2024.

Sementara itu, beban bunga relatif stabil dengan kenaikan 0,4 persen yoy menjadi Rp17,91 triliun. Kondisi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih BTN melonjak 57,5 persen yoy menjadi Rp18,42 triliun.

BTN juga mencatat peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,9 persen.

Dari sisi penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian, BTN membukukan pertumbuhan 11,9 persen yoy menjadi Rp 400,57 triliun pada akhir 2025.

Mayoritas kredit disalurkan ke sektor perumahan dengan total Rp 328,4 triliun, tumbuh 7,5 persen yoy.

KPR Subsidi BTN tercatat tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp 191,18 triliun, sedangkan KPR Non-Subsidi meningkat 6,7 persen yoy menjadi Rp 113,04 triliun.

Ekspansi kredit perumahan BTN pada 2025 turut didukung partisipasi perseroan dalam program Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pemerintah pada Oktober 2025.

BTN menjadi bank penyalur terbesar dengan total penyaluran Rp 2,6 triliun hingga akhir 2025.

Di sisi pendanaan, DPK konsolidasian BTN tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp 437,39 triliun. Pertumbuhan ini salah satunya ditopang akselerasi transaksi digital melalui superapp Bale by BTN.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved