Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek
Update Commuter Line Cikarang Sepekan usai Tragedi KRL VS KA Argo Bromo Anggrek
Layanan Commuter Line Cikarang pulih, penumpang Bekasi Timur meningkat meski masih ada pembatasan kecepatan.
Hal tersebut dilakukan untuk merumuskan strategi penyidikan sekaligus mengungkap ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden yang menewaskan 16 orang ini.
Baca juga: Penumpang KRL Bawa Bunga ke Stasiun Bekasi Timur, Ungkap Duka setelah Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo
"Gelar perkara terlebih dahulu agar strategi penyidikannya tepat, kemungkinan minggu depan," kata Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe.
Sejauh ini penyidik memfokuskan perhatian pada dua hal utama.
Pertama, dugaan kelalaian sopir taksi listrik Green SM yang disebut menjadi pemicu awal kecelakaan di Perlintasan KA Ampera, Bekasi Timur.
Kedua, perihal tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi dalam penyediaan palang pintu di perlintasan KA sebidang yang berlokasi di Jalan Ampera, Bekasi Timur itu.
Baca juga: Usai Kecelakaan KRL VS KA Argo Bromo, Perlintasan Ampera Kini Dipasang Palang Besi
Fokus penyidikan yang dilakukan penyidik Satlantas Polres Metro Bekasi Kota pada kelalaian sopir taksi listrik serta kewajiban Pemerintah Kota Bekasi dalam menyediakan palang pintu kereta api sesuai aturan UU Perkeretaapian.
Korlantas Polri juga mengandalkan teknologi dalam mengungkap kronologi kejadian.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mendapat gambaran detail terkait rangkaian peristiwa.
Baca juga: Sopir Taksi Online RRP Diperiksa 2 Hari, Diduga Picu Tabrakan Argo Bromo vs KRL
Dari hasil sementara, kecelakaan diduga bermula saat KRL terlibat insiden dengan taksi listrik di perlintasan sebidang Jalan Ampera.
Gangguan pada kendaraan tersebut disebut menjadi salah satu faktor pemicu awal.
"Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik di perlintasan Ampera," kata Sandhi.
Perlintasan Ampera Kini Dipasang Palang Besi
Suasana berbeda terlihat di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).
Perubahan itu terjadi setelah insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4/2026) lalu.
Kini, perlintasan tersebut dilengkapi dua palang besi sebagai pembatas saat kereta melintas.
Pantauan di lokasi, palang besi terpasang di dua sisi jalan, baik dari arah Ampera menuju Duren Jaya maupun sebaliknya.
| Kecelakaan Beruntun di Bekasi, Penyidikan Meluas hingga Kementerian dan Operator Taksi |
|
|---|
| Lautan Bunga di Stasiun Bekasi Timur: Duka Mendalam untuk 16 Perempuan Hebat Korban Tragedi KRL |
|
|---|
| Cegah Tragedi Bekasi Terulang: Bupati Karawang Usul Bangun 6 Underpass, Prioritaskan Jalur Tengkorak |
|
|---|
| Plt Bupati Bekasi Jamin Pemulihan Kesehatan Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur |
|
|---|
| Polisi Ungkap Kelalaian Sopir Taksi Hijau Jadi Pemicu Tabrakan Kereta, Jadi Tersangka? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/TABRAKAN-KERETA-Suasana-Stasiun-Bekasi-Timur-Kota-Bekasi-pada-Minggu-352026.jpg)