Senin, 4 Mei 2026

Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek

Update Commuter Line Cikarang Sepekan usai Tragedi KRL VS KA Argo Bromo Anggrek

Layanan Commuter Line Cikarang pulih, penumpang Bekasi Timur meningkat meski masih ada pembatasan kecepatan.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
TABRAKAN KERETA - Suasana Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Minggu (3/5/2026). VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan, setelah uji coba perjalanan KRL pada Rabu (29/4/2026), saat ini perjalanan Commuter Line Cikarang kembali normal. 

“Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur,” jelas Karina. 

"Apalagi, keberadaan Commuter Line sudah menjadi kebutuhan untuk mobilitas masyarakat dengan berbagai kepentingannya. Terutama untuk bekerja," tambahnya.

KAI Commuter kembali menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran para pengguna selama masa evakuasi dan recovery.

“KAI Commuter juga mengimbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang sudah penuh, serta selalu mendahulukan pengguna yang akan keluar,” tandasnya.

Penyelidikan Polisi

Terpisah, Polisi masih menyelidiki penyebab tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Salah satu aspek yang saat ini didalami adalah sistem sinyal dan komunikasi di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan, polisi menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk meneliti kemungkinan gangguan teknis, termasuk kelistrikan dan sistem operasional kereta.

"Kami masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan sistem sinyal maupun komunikasi di lokasi kejadian," kata Budi, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Polisi Sebut Status Sopir Taksi Listrik dalam Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Saksi

"Puslabfor turun untuk melihat apakah ada faktor kelistrikan atau gangguan lain yang mempengaruhi sistem perjalanan kereta," lanjutnya.

Sejumlah pihak telah diperiksa, antara lain petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), petugas sinyal, masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, serta pengendali perjalanan. 

Hingga kini, 24 saksi telah diperiksa dan tujuh orang lainnya dijadwalkan memberikan keterangan.

"Pemeriksaan masih berlangsung di Manggarai, total saksi yang sudah diperiksa 24 orang, dan hari ini ada tambahan tujuh orang yang dimintai keterangan," ucapnya.

Baca juga: Tidak Seperti Biasanya, Ini Cerita Penumpang KRL setelah Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Saat ini kasus kecelakaan tersebut telah naik status menjadi penyidikan setelah ditemukan unsur pidana.

Penyidikan dilakukan menyeluruh untuk mengungkap kemungkinan faktor teknis, kelalaian manusia, atau kombinasi keduanya. 

Di sisi lain, rencananya pekan depan kepolisian akan melakukan gelar perkara guna menentukan arah penanganan kasus itu.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved